News  

Amsakar Baca Puisi Karyanya di KSM 2025: “Wak”, Ayah, & Kepemimpinan itu Katamu…

HARBOURBAY, KataBatam- Penonton terdiam, larut dalam untaian kata yang mengalir penuh rasa, kala Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, membacakan puisi di tengah gemerlap pembukaan Kenduri Seni Melayu (KSM) Ke-26 2025, di Harbourbay, Sabtu (17/5/2025) malam.

Puisi berjudul “Wak” yang dia tulis sendiri di Batam, 16 Januari 2017 tersebut, cukup ampuh membangkitkan memori dan identitas budaya Melayu.

“Wak ini kalau bahasa ibu saya, Kepri (Kepulauan Riau), sama dengan ‘bapak’ (ayah). Puisi ini saya persembahkan untuk seluruh bapak-bapak di muka bumi atas jerih payah beliau yang sudah diberikan kepada kita. Maka lahirlah puisi yang berjudul ‘Wak’ ini,” kata Amsakar.

Malam mulai turun perlahan di pelataran Harbourbay, Batuampar, kala Amsakar mulai membacakan satu di antara puisi karyanya dalam buku puisi “Sungsang, Penyair 1/2 Jadi”, itu.

๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ
๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ข
๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข
๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ค๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต

๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ:
๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ด ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฌ
๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ
๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฉ
๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ

๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ-๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ญ๐˜ข๐˜จ๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช
๐˜ซ๐˜ถ๐˜ด๐˜ต๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ต ๐˜ญ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ
๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ช
๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ

Puisi nan dihidupkan lewat suara dan gestur yang menggugah ini, terasa bukan hanya sebuah pembacaan, tapi penegasan bahwa seni dan pemerintahan bisa berjalan seiring, saling menguatkan akar kebudayaan.

Dan malam itu, ‘Wak’ menjadi lebih dari sekadar untaian kata. Gelombang suara Amsakar yang sesekali kuat, dan kadang lembut, membuatnya menjelma sebagai suara hati yang membangkitkan semangat, menggugah kesadaran, dan meneguhkan kembali akar budaya Melayu melalui event KSM.

Sekadar diketahui, KSM Kota Batam kali ini berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu (16-18/5/2025). Event ini telah terselenggara tanpa jeda selama 26 tahun berturut-turut, termasuk saat masa pandemi Covid-19.

“KSM tahun ini menjadi satu-satunya event di Provinsi Kepulauan Riau yang berhasil masuk dalam jajaran Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata. (ski)

BACA JUGA:  INSPIRASI JUMAT: Tak Ada di Dalam Hatiku Selain Allah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *