IMAM Syafi’i banyak memiliki kutipan menarik tentang ilmu dan kerendahan hati. “Ilmu adalah apa yang diamalkan, bukan apa yang dihafalkan,” jelasnya.
Di sisi lain, pendiri mazhab Syafi’i ini berucap, “Pendapatku bisa saja benar, namun begitu bukan berarti lantas pendapatmu salah. Karena sebuah ide selalu mengandung dua unsur; benar dan keliru. Sebuah pendapat adalah asumsi. Maka tidak ada asumsi yang mutlak benar.”
Kepada Pencari ilmu, ulama besar tersebut mengingatkan bahwa sejatinya ilmu itu didatangi, bukan mendatangi. “Ilmu bisa mengangkat martabat seseorang. Namun, mencari ilmu bukan untuk peroleh martabat,” tegasnya.
Namun satu hal yang beliau ingatkan, agar kita selalu mentradisikan diskusi (kajian) agar menambah wawasan dan hindari berdebat, khususnya dengan orang bodoh.
”Jauhilah perdebatan dengan orang bodoh, karena dia bukan mencari kebenaran, tapi memburu kemenangan,” tegasnya. ***






