21 Februari 2024

Kabar Baik dari Batam

HMR Paparkan Pesatnya Pertumbuhan Ekonomi Batam di Rakernas BPR Syariah

BATAMCENTER , KataBatam- Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kompartemen BPR Syariah & Seminar Outlook 2024 di Kota Batam, di Hotel Harris, Batamcentre, Jumat (8/12/2023).

“Selamat datang peserta Rakernas Kompartemen BPR Syariah & Seminar Outlokk 2024 di Kota Batam, semoga ke depan kembali lagi ke Batam,” ujar HMR.

Di kesempatan itu, Kepala Badan Pengusahaan Batam ini mengapresiasi penyelenggara dalam memilih Batam sebagai tuan rumah rakernas tersebut. “Batam sedang gencar membangun dalam rangka meningkatkan ekonomi Batam,” ujarnya.

Ia optimistis, dengan upaya pembangunan itu akan meningkatkan ekonomi Batam. Bahkan, pada 2022 lalu, ekonomi Batam tumbuh 6,84 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Batam pada 2022 lebih tinggi dibanding nasional maupun Kepri, kami optimistis pada 2023 ini pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen,” katanya.

Untuk itu, HMR mengajak pihak perbankan syariah untuk kompak bersama dan memanfaatkan peluang yang ada di Batam.

Di kesempatan itu, suami Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina ini, bahkan memaparkan semua program pembangunan Batam mulai dari Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Pelabuhan Batuampar, jalan protokol, dan sejumlah pembangunan lainnya.

“Saya buka ini agar bapak ibu tahu dan supaya bisa menjadi peluang bagi pihak perbankan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Kompartemen BPR Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Cahyo Kartiko, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut diikuti pengurus DPP serta anggota, tercatat hingga September 2023 sebanyak 173 BPR Syariah.

“Ini bentuk dukungan kami di tengah upaya yang dilakukan pemerintah dalam pemulihan ekonomi yang terimbas pandemi. Acara ini menjadi upaya sumbangsih untuk pemegang saham agar tetap optimistis dalam menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.

Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Deden Firman Hendarsyah, menyampaikan terkait strategi pengembangan industri BPR syariah menghadapi tantangan era digital dan pasca pengesahan UU P2SK.

“Di UU P2SK memberikan ruang inovasi pengembangan bank syariah menuju paradigma syariah based produk. Selain itu, juga membuka kesempatan BPRS dalam memperluas kegiatan usaha dan costumer base-nya,” kata Deden. (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.