News  

IN2PIRASI PAGI: Pemimpin Ideal

Referensi: artikel “Perempuan Melayu yang tak Pernah Layu”, oleh Guru Besar Universitas Maritim Raja Ali Haji, Abdul Malik.

TAK perempuan tak laki-laki, siapa pun boleh menjadi pemimpin -formal dan informal- dalam budaya Melayu. Asal, orang tersebut punya kemampuan dan kualitas yang diidealkan. 

Kenyataan itu telah berlaku di Kepulauan Riau sejak lama, sekurang-kurangnya sejak abad ke-13. Oleh sebab itu, di sini banyak perempuan yang memimpin di bidangnya masing-masing.

Misal di Bintan pernah dipimpin seorang perempuan bernama Wan Seri Beni. Ada juga, Engku Puteri Raja Hamidah binti Raja Haji Fisabilillah, Yang Dipertuan Muda IV Riau-Lingga-Johor-Pahang.

Ia memang tak menjadi sultan. Akan tetapi, tanggung jawab kepemimpinan yang diembannya tak kalah dari suaminya, Sultan Mahmud Riayat Syah, Yang Dipertuan Besar Riau-Lingga-Johor-Pahang (1761—1812).

Ada juga Raja Aisyah binti Raja Sulaiman ibni Raja Ali Haji atau lebih dikenal dengan nama Aisyah Sulaiman, yang terdepan dalam bidang pengembangan intelektual pada zamannya.

Maka sekali lagi, perempuan atau laki-laki yang menjadi pemimpin bukanlah sesuatu yang menakjubkan, apa lagi mengejutkan, bagi masyarakat Melayu.

Orang Melayu baru merasa takjub kalau seseorang pemimpin mampu melaksanakan tanggung jawab kepemimpinannya dengan gemilang.

Dalam hal ini, kejayaan seseorang pemimpin diukur sekaligus diuji dengan cara yang dapat dipertanggungjawabkan. Buktinya ada, kinerjanya terpampang nyata.

Bukan cuma menggantang asap, mengukir langit. Omon-omon. Ternyata, cakap tak serupa bikin.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  HMR Ajak Wisudawan Sekolah Tinggi Ibnu Sina Kembangkan Pariwisata Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *