SAAT dengar Jawa Barat, ingatan orang akan langsung ke Bandung. Kalau Jawa Timur, akan tertuju ke Surabaya. Namun jika yang disebut Kepulauan Riau (Kepri), akan langsung ingat Batam. Padahal ibu kotanya, Tanjungpinang. Why?
“Ibu Kota Kepri adalah Tanjungpinang, tapi orang lebih tahu Batam,” heran Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi, saat berkunjung ke Kepri belum lama ini.
Padahal Tanjungpinang telah dikenal sejak pada abad ke 17. Dari terkenalnya, kota yang terletak di selatan Pulau Bintan ini, sudah jadi perbincangan sejak abad 16! Menjadi city of light yang menerangi ke segenap rantau.
Jika orang berkata bahwa Mesir adalah hadiah dari Singai Nil, maka Tanjungpinang adalah anugerah bagi Bintan, Kepulauan Riau, bahkan bagian utara Sumatera dan semenanjung Malaysia, termasuk Singapura. Dari sinilah tatanan dunia baru di sekitar selat Melaka bermula.
Tanjung ini berkembang menjadi sebuah kawasan pemukiman padat, dan sekitar tahun 1784, menjelma sebagai pusat perdagangan terpenting di Sumatra bagian Timur sesudah Medan dan Palembang, hingga ke semenanjung Malaysia. Jauh sebelum negara Singapura dan Malaysia, bahkan Indonesia itu sendiri ada.
Akankah kota yang berdiri 6 Januari 1784 silam itu kembali bersinar, dan menjadi ibu kota yang layak bagi Kepri?
Harapan tersebut kini ada di pundak calon Gubernur Kepri nomor urut 2, H Muhammad Rudi (HMR). “Pembangunan Kota Tanjungpinang akan saya prioritaskan, karena ini Ibu Kota Provinsi,” jelasnya.
HMR yang berpasangan dengan H Aunur Rafiq tersebut ingin Kota Tanjungpinang layak sebagai Ibu Kota Provinsi. Sehingga kalau disebut Kepri, yang pertama kali terbayang adalah Tanjungpinang. Bukan Batam.
“Jalannya akan saya buka, pelabuhan akan saya bangun. Memang tak akan dibangun sama dengan Batam, tapi kita akan ubah sesuai kebutuhan Kota tersebut,” katanya.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
IN2PIRASI PAGI: Tanjungpinang (Part-2)






