13 April 2024

Kabar Baik dari Batam

INSPIRASI 23 RAMADAN: Iqra

SEORANG penemu atau berprestasi tak selalu memiliki titel selangit. Contohnya KH As’ad Humam, pahlawan penggagas dan penemu metode Iqra.

Ia bukan seorang akademisi atau kalangan terdidik lulusan pesantren atau sekolah tinggi Islam, melainkan hanya lulusan kelas II Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta (Setingkat SMP).

Lebih mencengangkan lagi, ternyata KH As’ad Humam juga mengalami cacat fisik sejak remaja, yakni penyakit pengapuran tulang belakang.

Namun, di balik segala keterbatasan, ia menemukan suatu metode yang mendapat respons positif dari Muslim Tanah Air, bahkan dampaknya dirasakan nyata secara luas di dunia internasional, terutama kawasan Asia Tenggara.

Dalam perjalanannya, ia bertemu KH Dahlan Salim Zarkasyi yang mengembangkan metode Qiroati. As’ad pun turut membantu mengajar metode tersebut kepada para santri.

Dari sini, ia terinspirasi membuat metode membaca Alquran yang lebih mudah, yaitu metode Iqra yang dinilai memiliki banyak kelebihan, seperti kemudahan dan akurasi.

Metode Iqra ini dirangkum menjadi enam jilid kitab saku, dengan menyajikan cara baca dengan sistem (suku) kata.

Kata-kata yang dipilih pun akrab dan mudah bagi anak-anak, seperti “ba-ta”, “ka-ta”, “ba-ja”, dan sebagainya, sehingga sangat disukai khususnya di kalangan TKΑ-ΤΡΑ.

Tingkat keberhasilannya diklaim mencapai 88,9 persen bagi anak-anak TK dalam waktu 6-18 bulan untuk bisa membaca Alquran.

Bahkan pada 1996, disebutkan bahwa metode Iqra sudah menyebar hingga ke Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, Filipina, Eropa, dan Amerika!

Dalam Alquran surat Al-‘Ankabut ayat 69 disebutkan, artinya: orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.