INSPIRASI PAGI: Bersama Kita Bisa!

DI BARAT terdapat gagasan yang sudah mendarah daging, yakni ketika orang berkumpul, mereka akan kehilangan identitas individual, berganti menjadi identitas kelompok.

Hal ini mempengaruhi kemampuan berpikir dan berperilaku sesuai moral. Bisa bertujuan merusak, juga dapat menjadi kekuatan besar untuk mewujudkan kebaikan.

Majalah National Geographic pernah menurunkan laporan betapa dahsyatnya kekuatan kebersamaan ini, dengan mengambil contoh Kumbh Mela, festival keagamaan Hindu yang menjadi pertemuan besar peziarah dari seluruh dunia.

Juga saat festival musik Woodstock, di Bethel, New York, Amerika Serikat, yang digelar pertama kali pada 15- 18 Agustus 1969. Awalnya yang daftar hadir cuma 60 ribu penonton. Ternyata saat hari H, lebih setengah juta massa yang tumpah.

Kedua festival tersebut berjalan penuh kedamaian dan cinta, karena masing-masing individu menganggap bahwa orang yang berada di sampingnya adalah saudara sendiri.

Efek tersebut membangkitkan emosi positif, yang membuat manusia bukan saja lebih tahan mengatasi kesulitan hidup, melainkan juga lebih sehat secara fisik. “Mereka” menjadi “kita”, persaingan berubah menjadi kerja sama, dan orang mampu mewujudkan tujuannya dengan cara yang tidak akan mampu dicapai jika dilakukan sendirian.

Meminjam kata John F Kennedy, “Jika ingin cepat berjalanlah sendirian, jika ingin jauh, berjalanlah bersama-sama.” Karena: bersama kita bisa!

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  π‘Ίπ’‚π’‡π’‚π’“π’Š π‘Ήπ’‚π’Žπ’‚π’…π’‚π’, Wagub Marlin Dorong Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia dan Para Guru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *