INSPIRASI PAGI: Kehebatan Cinta

JALALUDDIN Rumi (1207–1273) adalah penyair dan sufi yang karyanya telah menembus batas budaya dan bahasa. Bagi Rumi, pencarian diri adalah perjalanan spiritual yang penuh misteri dan keindahan.

Rumi dikenal dengan lebih dari 44.000 syairnya yang terdapat dalam 23 volume buku “Divan Ikebir”. Rumi juga menulis 1.700 rubaiyat –bentuk puisi blues 12 baris dari Persia–, syair-syair singkat tetapi memiliki pesan dan makna yang mendalam.

Melalui syair-syairnya yang spontan meluncur deras dari mulutnya ketika berjalan melalui jalanan di Konya Anatolia, Turki, sang penyair mengajarkan bahwa cinta adalah kekuatan penyembuh yang dapat mengatasi segala perbedaan dan menyatukan umat manusia dalam keindahan spiritual.

Rumi percaya bahwa cinta adalah jembatan yang menghubungkan manusia dengan yang Ilahi. Ia menyampaikan bahwa melalui cinta, setiap luka dapat disembuhkan dan setiap hati dapat menemukan kedamaian.

Karena itu ia terus mengatakan bahwa persoalan adalah bagian dari cinta masalah-masalah itu adalah satu cara cinta menyembuhkan kita.

Menghindar diri dari kesulitan, artinya sama saja dengan melarikan diri dari cinta. “Jika kau tidak tahu cinta bagaimana kau dapat bertemu dengan kekasih?” tulisannya.

Maka… “Biarkan cintamu mengalir seperti sungai —tak terhenti meskipun harus menembus segala rintangan,” begitu fatwa sang pujangga.

Bagaimana menurut Anda? (ski)
_______
Referensi:

> Buku: Rubaiyat Rumi, Insane with Love oleh Nevit O Ergin dan Will Johnson

> Viva .co: Jejak Kebijaksanaan: Langkah Filosofis Socrates, Confucius, Rumi, dan Hasyim Asy’ari

BACA JUGA:  Jefridin Beri Ruang pada Anak-Anak Bangun Batam: Dilibatkan dalam Penilaian RBA 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *