๐๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ต๐ข๐ฎ๐ข๐ฏ ๐ต๐ข๐ฌ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐จ๐ข
๐๐ข๐ช, ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ข
๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ซ๐ช๐ธ๐ข ๐จ๐ข๐ช๐ณ๐ข๐ฉ
๐๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ฉ๐ช๐ฅ๐ถ๐ฑ ๐ฑ๐ถ๐ฏ ๐ฉ๐ข๐ฎ๐ฑ๐ข…
Demikian petikan lagu “Kata Pujangga” milik Raja Dangdut Rhoma Irama. Namun bagaimana agar cinta yang kita bina bisa langgeng?
Robert Sternberg, seorang profesor bidang psikologi dari Yale University, menjawabnya dengan Teori Segitiga Cinta, yang terdiri dari Gairah (passion), komitmen, dan persahabatan (companionship).
Ketika tiga komponen tersebut ada di dalam sebuah rumah tangga, maka sebuah pernikahan ideal bisa tercapai. Tak sebatas pasangan dalam rumah tangga, teori ini juga bisa dipakai dalam hal hubungan mencintai yang lebih luas lagi.
Namun, mencari dan kemudian memelihara tiga komponen tersebut dalam sebuah hubungan, menurut Sternberg, memang sulit, tapi tidak mustahil jika dilakukan secara aktif.
Itulah mengapa kita harus selektif berteman atau memilih pasangan hidup. Minimal yang yang kita pilih harus mampu menyesuaikan dan menerima, begitu juga sebaliknya. Ingat kata “Bang Haji”:
๐๐ฐ๐ข๐ญ ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข, ๐ด๐ฐ๐ข๐ญ ๐ฌ๐ช๐ต๐ข
๐๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ฌ๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ต๐ถ๐ฉ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข
๐๐ช๐ข๐ฑ๐ข ๐ด๐ข๐ซ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ญ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ๐ฏ๐บ๐ข
๐๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐บ๐ข
๐๐ฆ๐ณ๐ฏ๐บ๐ข๐ต๐ข ๐ข๐ฎ๐ข๐ต ๐ถ๐ต๐ข๐ฎ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ค๐ช๐ฏ๐ต๐ข
๐๐ข๐ช, ๐ฃ๐ฆ๐จ๐ช๐ต๐ถ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ฌ๐ข๐ต๐ข ๐ฑ๐ข๐ณ๐ข ๐ฑ๐ถ๐ซ๐ข๐ฏ๐จ๐จ๐ข…
Bagaimana menurut Anda?(ski)






