KISAH INI bermula dari obrolan kecil yang kemudian mengubah satu sistem kerja. Di Seattle, Amerika Serikat, CEO Gravity Payments, bernama Dan Price, sedang duduk santai bersama salah satu pegawainya, Haley, yang terlihat kelelahan.
Dari sana, Price tahu satu hal yang bikin dadanya sesak: Haley, pegawai penuh waktu di perusahaannya, masih harus kerja paruh waktu di McDonald’s malam hari. Gajinya tak cukup buat bayar sewa apartemen dan kebutuhan dasar.
“It just hit me,” kata Price suatu kali ke
NBC News. “Bagaimana bisa seseorang yang bekerja keras di perusahaanku masih tidak bisa hidup layak?”
Beberapa bulan setelah percakapan itu, Price menaikkan gaji minimum semua karyawan jadi 70 ribu dolar AS per tahun, dan menurunkan gajinya sendiri sebesar 1 juta dolar AS, ke angka yang sama dengan staf barunya.
Harga yang dibayar Price pun tak kecil. Ia menjual mobil Tesla-nya, menyewakan rumah pribadi, dan mengambil tabungannya sendiri untuk menjaga likuiditas perusahaan.
Aksi itu membuat geger korporasi Amerika. Dunia menyebutnya gila. Sebagian pemegang saham langsung protes. Mereka khawatir perusahaan bakal bangkrut karena margin keuntungan amblas.
Namun ajaib, perusahaannya justru tumbuh. Retensi karyawan yang tadinya fluktuatif, tiba-tiba jadi stabil. Pegawai lebih betah, lebih loyal, dan yang paling ajaib, produktivitas meningkat.
Di zaman ini, kita butuh banyak pemimpin yang bermental seperti Price ini. Bukan penindas. Karena karyawan yang bahagia akan membangun perusahaan yang luar biasa. Keadilan ekonomi, pun berjalan seiring dengan kesuksesan bisnis.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI PAGI: Pemimpin, Penyelamat






