INSPIRASI PAGI: Selesai dengan Diri Sendiri

DALAM hidup ini, ada orang yang menghabiskan hidupnya hanya untuk mengejar materi pujian, penghormatan, popularitas, dan validasi. Intinya mau dipandang hebat. Ibarat ayam bertelur sebutir, ribut seluruh negeri.

Namun, ada juga individu langka –yang meskipun memiliki banyak sekali jasa bagi orang banyak– ia rela namanya tidak tercatat oleh sejarah. Orang ini bagai penyu nan bertelur beribu-ribu, tapi tiada seorang pun yang tahu.

Sama juga, ada orang yang peranannya sebenarnya tidak begitu besar, tapi pencitraannya tidak ada habisnya. “Hidung tak mancung, pipi tersorong-sorong,” kata pepatah Melayu.

Namun, ada pula orang yang berkontribusi besar pada sesama yang tidak terhitung jumlahnya, tetapi ia merasa tidak kecewa saat dirinya dianggap tidak penting, atau bahkan dianggap tidak ada oleh orang di sekitarnya.

Maka berbahagialah orang-orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Ia sudah mencapai kedewasaan dan pemahaman diri yang mendalam, serta menerima diri mereka apa adanya, termasuk kekuatan dan kelemahan.

Hidup mereka penuh ketenangan, jauh dari drama dan badai kehidupan. Mereka tidak butuh pembuktian, tidak butuh validasi. Mereka hanya ingin menikmati hidup dengan damai, sembari membawa kebahagiaan sebanyak mungkin kepada sesama

Inilah kunci kebahagiaan: Fokus pada apa yang bisa kita kendalikan, bukan pada apa yang orang lain pikirkan tentang diri kita.

Bagaimana menurut Anda? (ski)
______
Referensi:

> Buku: Selesai Dengan Diri Sendiri, karya Ahmad Rifai Rifan. Penerbit Elex Media Komputindo pada 26 Januari 2022.

BACA JUGA:  KATA FOTO: Marlin Fokus Bekerja Bangun Generasi Bermental Baja serta Berakhlak Mulia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *