SUATU hari, komedian kondang Charlie Chaplin, diam-diam mengikuti lomba mirip dirinya. Hasilnya? Chaplin yang asli kalah. Bahkan hanya menempati posisi ketiga di babak final.
Apa yang bisa kita petik dari kisah yang dialami pria bernama lengkap Sir Charles Spencer Chaplin ini? Tak mudah untuk mengerti dan memahami dengan benar tentang sifat, karakter, dan watak seseorang.
Khalifah Umar bin Khattab, punya beberapa tutorial, sebagai fit and proper test, untuk mengetahui jati diri seseorang, yaitu:
Mengenal dengan baik gelagatnya baik siang hari maupun malam (seperti jika ia adalah tetangga sendiri), pernah berbisnis dan bersafar dengannya, serta pernah mengamanahkan sesuatu kepadanya.
Jika belum melalui tahapan tersebut, maka bisa dipastikan kita akan bias dalam membuat penilaian. Apalagi dilakukan dengan tergesa-gesa. Tentu hasilnya berat sebelah dan jauh dari sikap adil dan bijaksana. Sebab yang kita tangkap hanyalah “efek halo” semata.
Maka itu jangan sok tahu, atau buru-buru menghakimi orang lain. Mending tabayyun atau intropeksi saja; apa iya kita ini sudah mantap betul, sehingga merasa lebih baik dari orang lain, seperti iblis yang merasa lebih baik dari Adam, hanya karena merasa tercipta dari api!
Bagaimana menurut Anda?(ski)






