Marlin, Wakil Gubernur yang Tak Suka Dikawal dan Mudah Dijangkau Masyarakat

BERSAMA RAKYAT: Wagub Marlin saat mampir berbuka di sebuah rumah makan kecil Jembatan II Barelang. Di sini Marlin memborong dagangan orang tua penjaja gorengan. Yang unik tak banyak yang tahu bahwa di hadapan mereka adalah seorang wakil kepala daerah di Kepri.

BATAM, KataBatam- Terlepas dari kekurangan dan kelebihannya, ada hal yang menarik dicatat dari sosok Hj Marlin Agustina, selama menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepulauan Riau. Apa itu?

Dalam catatan kami, istri Wali Kota Batam/ Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR) ini, memiliki kebiasaan unik, yang tak lazim melekat pada diri seorang pejabat. Yakni, tak suka ribet dengan pengawalan dan gampang dijangkau masyarakat.

Hal tersebut bukan dibuat-buat untuk berburu citra, tapi lahir dari pemaknaan hidup Marlin yang memandang manusia pada dasarnya sama. Jabatan hanya soal nasib, yang sewaktu-waktu akan hilang. Tapi tidak budi pekerti. Ia akan dikenang tak lekang oleh zaman.

“Saya hanya ingin, di mana pun berada, bisa menebar manfaat untuk orang lain,” jelasnya suatu ketika.

Dalam catatan kami selama mendampingi Wagub Marlin, kesehariannya dalam menjalankan agenda seperti bertemu masyarakat, ia lebih banyak disopiri ajudan pribadi, yang tak lain putrinya sendiri. “Saya tak terlalu suka bawa rombongan Mas,” aku Marlin.

Maka tak heran bila dalam kunjungan ke wilayah kerjanya, banyak yang tak tahu jika Marlin sudah sampai. Sebab, mobil yang membawanya lewat begitu saja tanpa iring-iringan. Bahkan jika ke pulau-pulau Marlin hanya dibonceng pakai sepeda motor oleh putrinya.

BACA JUGA:  Bersama Gubernur dan Kapolda, HMR Lihat Langsung Protokol Kesehatan di Perusahaan

Gak takut Bu? “Saya sudah serahkan semua kepada Allah Mas. Tekad saya bagaimana memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.

Menurut Marlin, enaknya jalan tanpa berombongan, dia bisa bebas berbaur dengan masyarakat.

Seperti pada Rabu (5/4/2023), setelah menjemput Menko Polhukam Mahfud MD, di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam, sekitar pukul 17.00, Marlin masih ada satu agenda lagi menghadiri Safari Ramadan di Masjid Nurul Qomar, Airnaga, Kelurahan Sijantung, Kecamatan Galang.

Jarak dari Bandara Hang Nadim ke Galang sangat jauh dan rawan macet sebab bersamaan dengan orang pulang kerja, terlebih lagi di bulan Ramadan, banyak orang pulang ngabuburit sambil cari takjil. Karena itu Marlin langsung bergegas berangkat bersama sang ajudan.

Ternyata sesampainya di Jembatan II Barelang, Maghrib sudah menjelang, padahal perjalanan masih separo lagi. Akhirnya Marlin menepi ke sebuah kedai kecil untuk berbuka.

Di tengah asyik menuggu pesanan, ada bapak tua menjajakan aneka gorengan. Nampaknya banyak tersisa. Marlin pun memanggil orang tua itu, mengajaknya makan satu meja dan semua dagangannya ia borong. Total lebih Rp300 ribu.

BACA JUGA:  Go Patriot, Ganyang Eceng Gondok di Dam Duriangkang!

“Bapak tenang saja. Semua dagangan saya beli. Ayo makan sini,” ajaknya. Si bapak pun tak henti mengucap syukur. Dia tak tahu bahwa di hadapannya adalah orang nomor dua di Provinsi Kepulauan Riau. Seorang wakil gubernur perempuan pertama di Negeri Segantang Lada ini.

Karena kebiasaannya yang selalu ingin berbaur dengan masyarakat, maka Marlin menjadi pejabat yang sangat mudah untuk dijangkau masyarakat.

Kesan tersebut salah satunya disampaikan Azhari, salah seorang Ketua RT di Citra Batam, di acara silaturahmi Wali Kota Batam dengan Ketua RT/RW se-Kecamatan Batamkota, Selasa (4/4/2023) lalu.

“Kalau di (menyebut sebuah daerah) pejabatnya susah ditemui. Jangankan kepala daerah, mau ketemu camat saja susah. Tapi di sini (Batam), ketemu wali kota gampang. Bahkan wakil gubernur pun gampang dan kadang sering datang ke acara masyarakat,” ujarnya.

𝗕𝗲𝗿𝗸𝗮𝗻𝘁𝗼𝗿 𝗱𝗶 𝗧𝗲𝗻𝗴𝗮𝗵 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁

Marlin memang pemimpin yang suka berkantor di tengah rakyat. Dalam wawancara beberapa lalu, ia menyebut karena dirinya sadar dari dan untuk rakyat, dan melayani rakyat merupakan tugas utamanya.

BACA JUGA:  INSPIRASI RAMADAN: Melawan Kebencian dengan Cinta

Sehingga ada baiknya jika turut mengalami langsung bagaimana kehidupan di wilayah terluar atau di pulau terpencil dengan segenap suka pedihnya. Inilah negara hadir di tengah masyarakat.

Hal ini juga karena dia ingin mengikuti dinamika daerah seperti apa, isu-isu apa yang berkembang, apa yang dimaui masyarakat dan bagaimana pemerintah memberi solusi atas kebutuhan rakyat.

Hal ini juga merupakan bentuk pemanusiaan pun bagian dari hormat dia kepada masyarakat Kepri. Masyarakat itu akan bahagia, senang dan bangga jika disapa, dekat dan diperhatikan pemimpinnya.

Dengan model ngantor seperti itu akan banyak menyerap aspirasi rakyat dan bagi Wagub Marlin akan memperoleh tak sedikit pengalaman secara langsung apa yang menjadi akar permasalahan warga, sehingga dapat dicari solusi yang tepat atas soalan tersebut.

Bagaimana tugas sebagai ibu rumah tangga? “Oo itu tetap yang utama,” jelasnya.

Maka jangan heran jika pulang ke rumah, Marlin masih melayani permintaan anak dan suaminya untuk dimasakkan makanan favorit. “Kadang jam 11 malam bapak (HMR) ingin makan mie, ya saya masakkan mas ” jelas i sambil tertawa kecil.(ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *