๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ฆ๐ฏ๐ข๐ฏ๐จ ๐๐ฆ๐ญ๐ค๐ฐ๐ฏ ๐๐ข๐ณ๐ญ๐ช๐ด๐ต๐ฐ๐ฏ ๐ช๐ฃ๐ข๐ณ๐ข๐ต ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ข๐ค๐ข ๐ฃ๐ถ๐ฌ๐ถ ๐ฌ๐ฐ๐ฎ๐ช๐ฌ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ด๐ข๐ณ๐ข๐ต ๐ฑ๐ฆ๐ด๐ข๐ฏ ๐ต๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฏ๐ด๐ช. ๐๐ข ๐ด๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ถ๐ฎ๐ฐ๐ณ๐ช๐ด ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฉ๐ถ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ช๐ด. ๐๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ฆ๐ฏ๐บ๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ด๐ข๐บ๐ข๐ฏ๐จ.
(Ditulis oleh: And, GoKepri.com)
PULUHAN WAJAH TERTUNDUK memberikan penghormatan terakhir di TPU Seitemiang, seolah menggambarkan sosok Celcon sebenarnya.
Mereka yang berduka di sana adalah yang bersalib, yang berjilbab, yang berbaju putih, yang berkopiah, yang bercelana pendek, yang bercelana panjangโฆ semuanya.
Keberagaman warga yang berduka menjelaskan betapa pluralnya sosok Celcon Carliston. Betapa ia tidak hanya dicintai satu kelompok masyarakat, namun banyak etnis, ras dan agama.
Celcon.
Orang yang tidak begitu mengenalnya, tentu akan mengira dirinya anak tempatan Batam. Sebab sangat menjunjung nilai dan adat leluhur, Melayu. Padahal sejatinya, ia bermarga Sihombing, orang tuanya perantauan dari Sumatera Utara.
Celcon dibesarkan di lingkungan warga tempatan, di Kampung Tua Tanjungriau. Tidak heran kalau kemudian dia sangat memahami budaya Melayu.
Di lingkungan rumahnya, nama Celcon tersohor. Wajarlah, dia memang pegiat yang selalu turun tangan setiap ada kegiatan di sana. Kalau ada hajatan, Celcon biasa sibuk di dapur membantu para ibu memasak.
Rumahnya berlokasi di seberang musala, dan ia pun tidak sungkan melibatkan diri membantu setiap kegiatan di sana.
Meski begitu, Celcon tetap Kristiani yang taat. Bahkan, di gerejanya, ia dipercaya sebagai Diaken {Dkn}. Dia juga menjabat Ketua II Pekerja Harian Jemaat GPIB Zebulon.
Bersama pengurus gereja yang lain, ia kerap menggelar bakti sosial untuk masyarakat sekitar.
Entahlah, agaknya tidak berlebihan bila menyematkan gelar panutan toleransi untuk Celcon.
๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ฎ๐ป๐ด ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐ฆ๐๐ธ๐ฎ ๐ ๐ฒ๐ป๐ผ๐น๐ผ๐ป๐ด ๐ฆ๐ฒ๐๐ฎ๐บ๐ฎ
Celcon sangat komikal. Badannya tambun. Besar, empuk yang hangat untuk dipeluk.
Suaranya lantang, tawanya mengundang. Membuat orang-orang di ruangan lain mengintip ingin tahu.
Kehadirannya akan menghangatkan suasana sekitar, dengan pembawaannya yang ramah dan perhatian.
Kekurangan hanya satu. Tidak bisa berkata โtidakโ pada orang yang membutuhkan pertolongan. Dia akan rela jungkir balik untuk menolong orang lain. Dia sungguh sosok pahlawan.
Pernah suatu hari, bertahun yang lalu, saat dalam perjalanan pulang ke rumah, seorang ibu menghentikan kendaraannya. โTaksi!!!โ kata ibu yang tangannya gemetar.
Celcon menghentikan kendaraannya, meski bukan taksi.
โKe RSUD ya pak, tapi jemput anak saya dulu di klinik bidan di depan,โ seru ibu itu sambil masuk dan menutup pintu. Celcon tidak membantah, melakukan semua instruksi si ibu.
Ternyata, anak ibu itu kejang. Kondisi bayinya sangat memprihatinkan, mata melihat ke atas dan sudah tidak ada tangis yang keluar.
Celcon berbalik arah menjauhi rumahnya. Ia mengantar ibu berjilbab yang baru dikenalnya ke RSUD Embung Fatimah.
Tidak sampai di situ, Celcon memastikan ibu dan bayinya mendapatkan penanganan dari dokter, dan terus memantaunya hingga beberapa hari sesudahnya.
Celcon, kalau boleh mengibaratkan kebaikan dan keramahannya seperti Hagrid dalam seri Harry Potter.
๐๐ฎ๐ป๐ด๐๐ป ๐๐ฎ๐ฟ๐ถ๐ฒ๐ฟ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ก๐ผ๐น
Celcon tak lahir dari orang tua yang mapan. Ia membangun karier dari nol.
Setamat jenjang SMA, Celcon bekerja sebagai sirkulasi di media massa lokal.
Sampai dia terpikat dengan profesi jurnalis, dan dipercaya sebagai fotografer di koran yang sama. Tidak lama, ia pun beralih menjadi reporter TV lokal.
Kemampuan komunikasinya yang baik membuatnya akrab dengan Wali Kota Batam H Muhammad Rudi. Saking dekatnya dengan Wali Kota, ia dijuluki Batam 1,5.
Namun, menjadi orang kepercayaan kepala daerah tidak membuatnya berpuas diri. Maka di usia yang tidak muda, ia memutuskan melanjutkan sekolah.
Ia mengambil strata 1 Fakultas Hukum. Demikianlah, ia bercita-cita menjadi pengacara pembela kebenaran.
โAku mau membantu masyarakat tertindas. Enggak usah bayar,โ kata dia bersemangat, waktu itu.
Akhir April 2021, Celcon mengucapkan sumpah advokat di Pengadilan Tinggi Pekanbaru. Satu setengah bulan kemudian, pada pertengahan Juni 2021 ia sibuk mendirikan kantor hukumnya sendiri.
Namun, saat mimpinya begitu dekat dan nyata, ia meninggalkan dunia yang fana. Menjemput panggilan Sang Khalik.
Ah, Celcon, perjalanan mu di dunia luar biasa berliku. Semoga di alam yang baru jalanmu mulus tanpa hambatan.
๐๐ฆ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข๐ต ๐ซ๐ข๐ญ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ญ๐ค๐ฐ๐ฏ, ๐ณ๐ฆ๐ด๐ต ๐ช๐ฏ ๐ฑ๐ฆ๐ข๐ค๐ฆ!!! ***






