News  

Ustaz Das’at Jelaskan Oleh-oleh Isra Mikraj Paling Berharga adalah Perintah Salat

ISRA MIKRAJ: Ustaz Das'at Latif, saat memberi tausiah peringatan Isra Mikraj tingkat Kota Batam, di Dataran Engkuputri, Batamcenter, Rabu (7/2/2024) malam.

ENGKUPUTRI, KataBatam- Oleh oleh paling berharga dari Allah SWT yang dibawa Nabi Muhammad SAW saat Isra Mikraj adalah perintah salat lima waktu.

Hal ini disampaikan ustaz Das’at Latif, saat mengisi ceramah peringatan Isra Mikraj tingkat Kota Batam, di Dataran Engkuputri, Batamcenter, Rabu (7/2/2024) malam.

Anak-anak, remaja, hingga orang tua tumpah ruah dalam acara yang dihadiri Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam tersebut.

Di hadapan lautan manusia yang memenuhi Dataran Engkuputri, awalnya Ustaz Das’ad menceritakan perjalanan Isra Mikraj yang dilakukan Rasulullah Muhammad SAW, dari Masjidil Haram di Makkah sampai ke Masjidil Aqsa di Palestina, yang memakan waktu hanya setengah malam.

BACA JUGA:  Jefridin Saling Lepas Rindu dengan Ustaz Das'at saat Hadiri Peringatan Isra Mikraj Batam

Yang kemudian dilanjutkan dengan perjalanan dari bumi menuju langit ketujuh dan Sidratul Muntaha. Dalam perjalan itui Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah menjalankan perintah salat, yang semula 50 waktu hingga akhirnya menjadi lima waktu dalam sehari semalam.

Sebagaimana diketahui, perjalanan ini merupakan hiburan untuk Rasulullah. Sebab sebelum peristiwa agung tersebut ada beberapa kejadian yang sangat menyedihkan hati beliau, seperti wafatnya istri tercinta beliau Khadijah radhiyallahu anha dan paman pelindung beliau Abu Thalib, sehingga tahun itu dikenal dalam sejarah dengan ’Amul Hazn tahun kesedihan,

“Karena Nabi sedih, maka Allah kasih hadiah. Bukan puasa, bukan haji, bukan perintah zakat, tapi apa? Allah kasih perintah salat,” jelasnya.

BACA JUGA:  HAM: Semua Kebijakan Pemko Terkait Covid-19 demi Kemaslahatan Masyarakat

Menurut Das’at semua manusia, termasuk dirinya sendiri, pasti ada masalahnya, tapi bukan masalah yang menjadi masalah sebenarnya. Namun adalah cara ngatasinnya.

“Mana ada manusia tidak ada masalahnya. Awalnya mau jadi pegawai, sudah jadi pegawai sudah selesai masalahnya? Belum. Mau jadi kepada bagian. Setelah itu belum selesai juga masalahnya, mau jadi kepala dinas,” contohnya dengan canda.

Untuk itu Das’at berpesan, saat ada masalah, Allah memberi jalan keluar sebagaimana firmanNya dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 45, “Wasta’inu bisshabri washolati, wa innaha lakabiratun illa alal-khaasyi’in.”

Yang artinya: “Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”

BACA JUGA:  Peringati Isra Mikraj, Ribuan Warga Bersama HMR & Marlin Padati Dataran Engkuputri

Jadi, sabar dan salat adalah jurus jitu menghadapi musibah di dunia. Ketika musibah dilimpahkan kepada seorang hamba, sudah seyogianya salat dan doa dengan diiringi kesabaran menjadi perisainya. Bukan bersedih berkelanjutan.

“Jadi saudaraku, oleh-oleh yang paling berharga malam ini yang bisa langsung diamalkan setiap saat, jika ada masalahmu perbaiki salat,” pesan ulama, akademikus, dan dosen Ilmu Komunikasi yang aktif mengajar di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan tersebut. (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *