SEORANG FILSUF dari Tiongkok, Lao Tzu, pernah berkata, bahwa pikiran akam menjadi kata, kemudian kata menjadi tindakan, tindakan menjadi kebiasaan, kebiasaan menjadi karakter, dan karakter membentuk nasib.
Hal ini juga pernah disampaikan Margareth Tatcher, dalam adegan biopik film “Iron Lady” yang diperankan sangat baik oleh peraih academy award kategori aktris terbaik, Meryl Streep.
Dan… Semua tahu siapa Margaret Thatcher. Karakternya ikut membentuk nasib Inggris Raya, jadi lebih baik dari sebelumnya. Sampai-sampai dunia menjulukinya sebagai “Iron Lady” atau “si Kupu-kupu Besi”
Jadi beginilah khittah seorang pemimpin. Karakternya akan mewarnai daerah yang dipimpinnya. Karena ini menyangkut cara berpikir yang tentu saja akan mempengaruhi tujuan atau cita-cita dalam hidupnya dan pemerintahannya.
Kalau karakter pemimpinnya khianat, lembek, suka curhat dan pencitraan merakyat hingga tidur di kursi, maka jangan harap apa yang dipimpinnya maju jaya. Yang ada hanya drama dan drama.
Saat ini, apalagi di tengah pandemi, kita memerlukan pemimpin yang berkarakter kuat. Sehingga tak hanya akan membuat daerah selalu juara, juga dapat melepaskan masyarakat dari keterpurukan. ***
________
Foto ilustrasi: H Muhammad Rudi, dan Hj Marlin Agustina, saat menerima penghargaan atas kinerja-kinerjanya selama ini.






