IKHLAS adalah mutiara dalam kehidupan. Bentuknya kecil, namun mahal nilainya. Tak heran jika Ulama Fiqh Shekh Abdul Qadir al Jaylani mengatakan, setiap amal tanpa keikhlasan seperti kulit biji yang tak berisi. Namun, ikhlas juga ada tingkatannya.
Mengutip detik dari buku “Kun Fayakun Kun La Takun,” menurut Imam Ibnu Athaillah dalam Kitab Al-Hikam, tingkatan ikhlas terbagi menjadi tiga:
1. Ikhlas Abidin
Ikhlas Abidin merupakan ikhlasnya pada ahli ibadah. Mereka adalah orang-orang yang ikhlas beramal disertai harapan untuk masuk surga dan dijauhi dari neraka.
2. Ikhlas Muhibbin
Ikhlas muhibbin atau ikhlasnya para pecinta adalah orang-orang yang beribadah murni atas dasar kecintaan mereka kepada Allah SWT tanpa sedikitpun berharap pamrih. Sebab bagi muhibbin, keridhaan dan kecintaan Allah lebih besar dari segalanya.
3. Ikhlas Arifin
Ikhlas Arifin yaitu ikhlasnya orang-orang yang mencapai taraf makrifat, yakni mengenal Allah secara hakiki, tak hanya melibatkan otak, namun juga hati.
Orang-orang dalam Ikhlas Arifin tidak memandang amal ibadah sebagai hasil jerih payah, jadi, mereka merasa tidak layak untuk berpamrih mendapatkan surga dan dijauhkan dari neraka.
Bahkan, mereka malu jika berbadah dengan berharap keridaan dan kecintaan Allah. Sebab, Allah yang menggerakkan dan menganugerahi mereka kemampuan.
Bagaimana menurut Anda? (ski)






