14 Juli 2024

Kabar Baik dari Batam

INSPIRASI PAGI: Waspada Proxy War!

TETAP TENANG: Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), bersama Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, dalam sebuah acara. Keduanya selalu menganjurkan masyarakat jaga kekompakan dan persatuan agar terhindar dari adu domba

PERNAH dengar istilah, “nabok nyilih tangan”? Secara luas paribasan atau pepatah Jawa ini berarti memukul atau menyakiti orang dengan meminjam tangan orang lain.

Ungkapan ini terinspirasi dari peristiwa politik kala Ken Arok merebut singgasana Singasari, dengan membunuh Akuwu Tunggul Ametung memakai keris Mpu Gandring. Saat itu Ken Arok secara tak langsung menggunakan tangan Senapati Kebo Ijo, rekannya sendiri.

Dalam dunia modern saat ini, strategi nabok nyilih tangan ini disebut proxy war. Meski bentuknya pun beragam, tapi tujuannya sama: menyingkirkan lawan agar bisa berkuasa.

Caranya juga sama, menggunakan pemain pengganti, seperti staf, bawahan dan seterusnya, untuk menghindari konfrontasi secara langsung, dengan alasan mengurangi risiko kehancuran fatal.

Biasanya menyerang lawan dengan menebar fitnah dan provokasi. Sungguh pengecut, culas, licik, tidak mempunyai watak ksatria dalam meraih tujuan.

Di Indonesia sendiri indikasi perang proxy bisa terdeteksi lewat gerakan-gerakan separatis, radikalisme, demonstrasi yang di desain anarkis, dan pemberitaan yang provokatif. Bahkan juga tawuran pelajar, konflik horizontal, peredaran narkoba, penyebaran pornografi, pornoaksi, seks bebas dan lainnya.

Bahayanya proxy war ini, karena tidak bisa terlihat siapa lawan dan siapa kawan. Pelakunya non state actor, tetapi dikendalikan pasti oleh pemegang kekuasaan, bahkan negara.

Bersama kita waspadai perang proxy ini. Jangan mau diadu domba para demagog dengan isu-isu tak jelas. Karena, kita memang bukan domba.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.