INSPIRASI IDULADHA: Kurban bukan Korban

PADA zaman Abu bakar Al shiddiq, terjadi musim paceklik yang sangat memprihatinkan. Banyak orang kesulitan mendapatkan bahan makanan.

Masalah ini kemudian mereka adukan kepada sang khalifah, yang meminta mereka bersabar. Tak lama berselang, tiba iring-iringan unta dari Negeri Syam (kini Syiria, Jordania, Palestina), membawa gandum, minyak goreng dan bahan pangan lainnya.

Melihat ini, sahabat Utsman bin Affan yang terkenal dermawan memborong semua bahan makanan tersebut, lalu membagikan semua itu secara cuma-cuma kepada penduduk yang sedang kekurangan hingga tak seorang pun yang luput.

Kisah ini menjadi teladan bagaimana pengorbanan seorang sahabat Nabi. Sikap inilah yang selalu ditanamkan dalam konteks Iduladha. Bahkan maknanya lebih dalam dan luas untuk spiritual dan dampak sosial.

BACA JUGA:  INSPIRASI PAGI: Pesan nan Indah

Sebab, kurban (bukan korban) dalam Iduladha, menjadi simbolisasi penyembelihan ego dan kerakusan pribadi, selain sebagai ketaatan kepada Allah. Ini bukan tumbal atau korban, sebab yang dipersembahkan kepada Allah, esensinya hanyalah ketakwaan.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Baca Juga: INSPIRASI PAGI: Masalah dan Toa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *