WALI KOTA BATAM H Muhammad Rudi (HMR), mengadakan silaturahmi dengan guru TPQ, Imam dan mubaligh Se-Kecamatan Batam Kota, di Masjid Agung Batam Center.
HMR mengatakan, sejak Covid-19 melanda, Pemko Batam memang mambatasi kegiatan-kegiatan atau pertemuan dengan masyarakat. Karena itu pihaknya bersyukur jumlah kasus Covid-19 di Kota Batam saat ini sudah turun.
“Tapi ingat, Covid-19 belum selesai. Kita masih harus terus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat,” jelasnya, Selasa (19/10/2021).
Karena itu, di setiap kegiatan pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Menggunakan masker dan menjaga jarak.
“Saat ini Batam memang sudah PPKM Level 1, kita sudah boleh bertemu silaturahmi. Tapi ingat Covid-19 masih ada, karena itu protokol kesehatan masih harus dilakukan,” ujarnya.
Suami Hj Marlin Agustina ini juga mengatakan, saat ini tengah melakukan seroprevalensi survei atau survei prevalensi antibodi.
Survei ini bertujuan melihat kondisi kekebalan (herd immunity) yang dimiliki masyarakat Kota Batam terhadap Covid-19, usai dilakukan vaksinasi yang dilakukan Pemko Batam.
Dengan demikian tentunya dapat menjadi pertimbangan bagi Pemko Batam kebijakan apa yang harus dilakukan ke depan.
Hal ini sejalan dengan pemerintah pusat yang tengah mempersiapkan langkah guna menuju perubahan status pandemi Covid-19 menjadi endemi.
Sekadar diketahui, pandemi adalah wabah penyakit yang terjadi serempak di mana-mana. Dengan kata lain, penyakit ini sudah menjadi masalah bersama bagi seluruh warga dunia.
Sedangkan endemi adalah penyakit yang muncul dan menjadi karakteristik di wilayah tertentu dengan frekuensi atau jumlah kasus yang rendah.
“Pada intinya kita ingin bagaimana Covid-19 ini bisa hilang dari Kota Batam dan jangan sampai terjadi gelombang yang ke tiga,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga sekaligus penandatanganan amprah insentif bagi guru TPQ, Imam dan mubaligh Se-Kecamatan Batam Kota. ***
Sumber: 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐂𝐞𝐧𝐭𝐞𝐫 𝐁𝐚𝐭𝐚𝐦






