HIDUP kadang tak sempurna. Kapan saja masalah bisa datang. Namun masalah itu bukanlah akhir dunia. Melainkan titik awal untuk memulai hal yang baru dan berbeda.
Bagai masak nasi yang menjadi bubur. Tak usah marah. Sebab dengan kreativitas, modifikasi sedikit dengan irisan ayam, maka bisa jadi bubur ayam nikmat.
Atau ibarat punya pensil yang tiba-tiba patah. Kita tak harus membuangnya. Tinggal tajamkan saja sisinya yang patah tadi, maka kita akan punya dua pensil baru.
“Kehidupan dimulai dari sisi lain dari keputusasaan,” ujar Jean-Paul Sartre (1905-1980), penulis, filsuf Prancis dan peraih Nobel Sastra (1964). ***
_________
Foto: ilustrasi






