I N S I G H T

DI ZAMAN Yunani kuno ada seorang perempuan bernama Lysistrata. Cerita yang ditulis Aristhophanes pada 411 SM, itu sangat masyhur sampai sekarang.

Dikisahkan, Lysistrata adalah perempuan luar biasa dengan ide brilian, yang berupaya menghentikan perang besar Pheloponnesia antara Sparta dan Athena.

Upaya yang dilakukan Lysistrata adalah, dengan menyerukan dan mendorong para perempuan untuk tidak melakukan hubungan intim dengan suami, mulai tentara biasa, hingga jenderal perang.

Para perempuan dari Athena dan Sparta pun akhirnya sepakat dengan ide Lysistrata, sehingga para tentara dan jenderal menghentikan perang.

Uskup Keusukupan Tangjungkarang, Mgr Harun Yuwono Pr, mengilustrasikan kisah ini untuk menjelaskan pendapat Albert Hirschman, ekonom dari Jerman, yang pandangannya sangat memengaruhi politik dunia.

BACA JUGA:  Dua Warga Sembuh Covid-19, Satu Positif, Total yang Masih Dirawat ada 25 Orang

Hirschman berpendapat, nafsu berdaya rusak, seperti kekuasaan, hanya bisa ditundukkan oleh nafsu lain yang lebih rendah daya rusaknya, yakni kepentingan pribadi (self interest), terutama kepentingan ekonomi. ***


Diperkaya sumber: berita satu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *