INSPIRASI PAGI: Dalam Pesawat yang Sama

Foto: ilustrasi

HARUKI Murakami, mungkin ada benarnya. Penulis dari Jepang ini menganalogikan bahwa manusia seperti hidup dalam satu pesawat yang sedang rusak.

Di dalam pesawat rusak itu, jelasnya, tentu saja ada orang yang bernasib baik dan bernasib buruk. Ada yang tangguh, ada juga yang lemah; ada yang kaya, ada pula yang miskin.

Hanya saja, tidak ada orang yang memiliki kekuatan yang jauh lebih besar (super) daripada orang lain. Semua orang sama.

Sehingga orang yang memiliki sesuatu selalu khawatir, jangan-jangan apa yang dia miliki sekarang akan hilang.

Sedangkan orang yang tidak memiliki apa-apa selalu cemas, jangan-jangan selamanya akan tetap menjadi orang yang tidak punya apa-apa.

BACA JUGA:  Bersama Jefridin, Warga Bengkong Siap Pilah Sampah dari Rumah demi Batam Bersih

“Kondisi semua orang sama! Karena itu, manusia yang menyadari hal itu lebih cepat harus berusaha menjadi sedikit lebih tangguh. Sekadar pura-pura pun tidak apa. Betul kan?” jelasnya.

Menurutnya, di mana pun tidak akan ada manusia yang tangguh. Yang ada hanyalah manusia yang pura-pura tangguh.

Ah, benar juga kata Hotman Paris, pengacara kaya raya itu. “Sekaya apapun, you hanya makannya nasi padang, nasi goreng, barusan kau makan bakso. Supir taksi juga bisa, untuk apa kita harus memaksakan diri?”

Bagaimana menurut Anda?(ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *