BELAJAR SEJAK DINI: Bunda PAUD Kota Batam Hj Marlin Agustina, membacakan buku cerita kepada anak-anak. Beri dan ajarkan anak rasa damai dan cinta sejak dini, agar masa depan dunia ini indah. (Foto dokumentasi 2019)
12 JULI lalu, dunia merayakan Hari Malala Internasional. Hari tersebut ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Ban Ki-Moon saat itu, yang diambil dari ulang tahun aktivis muda, Malala Yousafzai.
Siapa Malala Yousafzai? Dia dikenal dunia sebagai aktivis pembela pendidikan global dan perempuan. Juga menjadi perempuan peraih nobel untuk perdamaian dunia termuda!
Dilansir media Tempo, perempuan kelahiran Mingora, Pakistan, 12 Juli 1997 ini telah memulai bergelut di dunia pergerakan perempuan sejak usia dini melalui berbagai media.
Malala Yousafzai memulai menyuarakan kegelisahannya ketika kelompok Taliban menguasai daerah Lembah Swat dan merampas hak-haknya beserta anak-anak perempuan seusianya di desa tempat tinggalnya untuk menempuh pendidikan.
Di tengah perjuangannya, Malala menjadi korban penembakan dari Kelompok Taliban. Kepalanya ditembus peluru hingga mengalami pembengkakan otak. Sehingga harus dirawat lebih lanjut di Birmingham, Inggris.
Malala Yousafzai juga sempat mendapatkan operasi saraf wajah. Setelah sembuh pada 12 Juli 2013, aktivis Pakistan berusia 16 tahun saat itu menyampaikan pidato yang mengharukan di markas besar PBB.
“Inilah yang saya pelajari dari ibu dan ayah saya. Inilah yang jiwaku katakan padaku, jadilah damai dan cintai semua orang,” tutur pasangan dari Asser Malik tersebut.
Bagaimana menurut Anda? (ski)






