“TIDAK ada yang lebih berbahaya daripada teman yang bodoh; Lebih baik musuh yang bijaksana,” kata Jean de La Fontaine, seorang penyair Prancis yang paling dikenal pada abad ke-17.
Memang lebih baik memiliki musuh cerdas daripada seorang teman yang bodoh. Sebab musuh yang cerdas akan membuat kita senantiasa berpikir maju. Sedangkan teman yang bodoh, selalu membawa pengaruh buruk. Kelakuannya membahayakan.
Coba perhatikan, betapa banyak orang hebat di dunia ini jatuh bukan karena memiliki musuh yang cerdas, tapi karena dikelilingi orang atau pembisik bodoh!
Bagaimana cara mengenali orang bodoh? Syekh Nasr bin Muhammad bin Ibrahim as-Samarkandy, dalam kitabnya Tanbihul Ghafilin, menjelaskan oprang bodoh punya enam ciri.
Pertama marah tanpa sebab, kedua berbicara tanpa ada manfaatnya, ketiga memberikan sesuatu tidak pada tempatnya, keempat mengumbar rahasia kepada siapapun, kelima mudah percaya kepada siapapun, dan keenam tidak mampu membedakan mana teman dan mana musuh.
Mulai sekarang selektiflah dalam berteman. Tetaplah peka, minimal bisa menganalisa dan banyak referensi. Sehingga mampu menerawang mana bisikan yang baik, dan yang akan menjerumuskan diri sendiri di kemudian hari.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI PAGI: Terjungkir Teman Pandir






