15 Juli 2024

Kabar Baik dari Batam

Jefridin Buka Lomba Masak Menu B2SA: Dari Gonggong & Sagu Tercipta Oleh-oleh Khas

SO SWEET: Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, menggandeng tangan sang istri, Hj Hariyanti, di sela membuka Lomba Cipta Menu B2SA, dan Lomba Demo Masak Tingkat Kota Batam di Dataran Engku Putri, Batamcenter, Rabu (10/7/2024).

ENGKU PUTRI, KataBatam- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam, menyelenggarakan Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), dan Lomba Demo Masak Tingkat Kota Batam di Dataran Engku Putri, Batamcenter, Rabu (10/7/2024).

Lomba ini dibuka Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, mewakili Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam Hj Marlin Agustina.

“Kepada seluruh peserta lomba dari TP-PKK 12 kecamatan di Kota Batam, kami ucapkan terima kasih atas partisipasinya,” tutur Jefridin didampingi Ketua II TP-PKK Kota Batam Hj Hariyanti Jefridin.

Menurut Jefridin, kegiatan ini untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan masyarakat dalam menciptakan dan menyajikan menu yang beragam, bergizi seimbang dan aman.

Sehingga, masyarakat dapat menciptakan penganekaragaman pangan dari bahan masakan yang akan diolah.

Adapun bahan utama yang digunakan dalam lomba tersebut adalah gonggong serta sagu. Dari sini diharapkan peserta lomba dapat mengolah gonggong sehingga menjadi makanan yang dapat menjadi oleh-oleh khas Batam.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas peserta lomba sehingga dapat mengolah kedua bahan tersebut menjadi makanan yang digemari.

“Kota Batam memiliki potensi pangan pokok lokal yang dapat dikembangkan. Sehingga penganekaragaman sangat diperlukan. Karena akan banyak kuliner yang diciptakan dan ini akan berdampak terhadap sektor pariwisata di Kota Batam,” tuturnya.

Untuk itu Jefridin mengajak agar masyarakat terus meningkatkan kreativitas dalam menciptakan beragam menu dari bahan lokal yang ada di sekitar.

Pemerintah Kota Batam, menurutnya gencar melakukan upaya diversifikasi konsumsi pangan.

Upaya ini dilakukan tidak untuk mengganti beras secara total, melainkan mengubah pola konsumsi pangan masyarakat.

Sehingga masyarakat mengkonsumsi lebih banyak jenis atau ragam pangan. Baik bersumber dari karbohidrat, protein maupun vitamin dan mineral. (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.