โช๏ธMelihat Kegigihan Pak Rudi Gaet Investor, Berbincang Potensi Ekonomi Batam & Kepri
๐๐ถ๐ข๐ด ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐จ๐ถ๐ฎ๐ช ๐ฌ๐ฆ๐ช๐ฏ๐ฅ๐ข๐ฉ๐ข๐ฏ ๐๐ญ ๐๐ข๐ด๐ญ ๐๐ญ๐ข๐ป๐ข, ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฅ๐ช๐ด๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ต ๐ด๐ฆ๐ฃ๐ข๐จ๐ข๐ช ๐ซ๐ข๐ฏ๐ต๐ถ๐ฏ๐จ ๐๐น๐ฑ๐ฐ 2020 ๐๐ถ๐ฃ๐ข๐ช, ๐ด๐ข๐บ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ณ๐ฐ๐ฎ๐ฃ๐ฐ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐๐ช๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐ข๐ฏ ๐๐ฆ๐ฏ๐จ๐ถ๐ด๐ข๐ฉ๐ข ๐๐ถ๐ฅ๐ข ๐๐ฏ๐ฅ๐ฐ๐ฏ๐ฆ๐ด๐ช๐ข (๐๐๐๐๐), ๐ญ๐ข๐ฏ๐จ๐ด๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐จ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฌ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ถ๐ซ๐ถ ๐ข๐ณ๐ฆ๐ฏ๐ข ๐ฆ๐น๐ฑ๐ฐ.
๐ช๐๐๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฏ๐๐๐๐๐ ๐๐๐, ๐ท๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฉ๐ท๐ท ๐ฏ๐ฐ๐ท๐ด๐ฐ ๐ท๐๐๐๐
SETELAH berjalan beberapa saat, saya dan rombongan tiba di Paviliun Indonesia yang mengusung tema Creating the Future, From Indonesia to The World, itu. Melalui tema ini, budaya dan peluang bisnis di Indonesia diharapkan bisa dikenal oleh dunia internasional.
Sayangnya, kami belum bisa masuk ke dalam. Kondisi disterilkan, sebab di dalam ada kunjungan Presiden Joko Widodo.
Sayapun menunggu di Paviliun Ukraina, yang letaknya persis di samping Paviliun Indonesia.
Saat itulah saya bertemu Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi.
Kunjungannya ke Dubai untuk menghadiri agenda penting mulai dari pertemuan terkait investasi, menindaklanjuti Letter of Intent (LOI) dari Thumbay Medicity, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan, Sekupang hingga bertemu Konsulat Jendral Indonesia dan Duta besar Indonesia untuk UEA.
Cukup lama saya berbincang dengan orang nomor satu di Batam ini. Topiknya seputar kemajuan kota-kota di Dubai dalam mengembangkan pariwisata, dan membangun berbagai macam infrastruktur fenomenal.
Menurut saya, Kepulauan Riau, Batam khususnya, punya potensi yang sama dengan kota-kota di Dubai, dalam arti sebagai daerah tujuan wisata nasional dan dunia, karena letaknya strategis di gerbang Asia. Bahkan memiliki daya tarik lebih, sebab alam Kepri sangat kaya potensi. Tentu saja juga lebih indah.
Pak Rudi tampak setuju mendengar pemaparan saya ini. Karena itulah, mengapa ia menggenjot pembangunan infrastruktur di Batam, meski saat ini sedang didera pandemi Covid-19.
“Saya tak ingin Batam mandeg. Kita semua ingin setelah pandemi usai, ekonomi langsung bangkit,” jelasnya.
Pak Rudi juga bercerita tentang semangatnya “berburu” investor hingga ke Dubai, dalam membangun kawasan ekonomi khusus kesehatan. Harapannya, warga se-Sumatera, tidak lagi berobat ke negara tetangga.
Semua ini, menurutnya, akan memberi kesempatan besar bagi Batam untuk mendapat sorotan potensi yang lebih luas dan menjanjikan di mata dunia.
๐ ๐ฒ๐น๐ถ๐ต๐ฎ๐ ๐๐ฎ๐ป๐๐ผ๐ฟ ๐๐ฎ๐ฟ๐ ๐๐ง๐ฃ๐ ๐ฑ๐ถ ๐ฆ๐ฒ๐ป๐๐ฟ๐ฎ ๐๐ถ๐๐ป๐ถ๐ ๐๐๐ฏ๐ฎ๐ถ
Hari pamungkas saya di Dubai, tepatnya Jumat, 5 November, 2021, diisi dengan mengunjungi kantor baru Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Dubai di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) yang baru diresmikan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Sabtu (2/10/2021) lalu.
Dibanding dengn kantor lamanya, kantor ITPC Dubai yang baru ini berada di area bisnis sangat strategis di Dubai, yakni Port Saaed.
Selain berada sangat dekat dengan kantor lembaga pemerintah yang merupakan mitra kerja ITPC, seperti Dubai Economic Development (DED) dan Emirates Authority for Standardization And Metrology (ESMA), kantor ITPC Dubai juga berada di tengah perkantoran, hotel berbintang, pusat perbelanjaan, dan berdekatan dengan bandara internasional Dubai, juga dekat dengan salah satu ikon Dubai yaitu Clock Tower.
Akses kantor ITPC Dubai kini juga lebih mudah karena berdekatan dengan terminal bus dan stasiun kereta metro.
Saat berkunjung ke ITPC Dubai, kami sempat melihat-lihat ruang dalam yang memiliki ruang pamer utama dan galeri pamer (display gallery).
Persis seperti yang ditulis situs Kementerian Luar Negeri, di sini menampilkan berbagai produk unggulan Indonesia, terutama produk UMKM yang berpotensi diminati buyers UEA.
Produk-produk Indonesia itu juga dipajang secara digital dan bergantian pada layar digital di ruangan tersebut. Kantor ITPC juga menggunakan berbagai furnitur unggulan pilihan dari Indonesia pada ruang tamu dan ruang pertemuan.
Cocok dengan temanya: โModern yet Ethnicโ, yang cenderung informal dan minimalis. Tema ini diartikan sebagai cara ITPC Dubai mempromosikan keragaman produk Indonesia secara modern tanpa meninggalkan identitas budaya Indonesia. ***






