ENGKUPUTRI, KataBatam- Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), bersyukur selama Ramadan dan Idulfitri 1444 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemko) Batam berhasil mengendalikan inflasi. Salah satu caranya, melalui operasi pasar murah.
Hal ini disampaikan HMR, saat bersama Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Rutin, Tahun 2023, bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Rabu (3/5/2023).
Rapat virtual dari Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, tersebut diikuti Kepala Badan Pusat Statitik (BPS), para gubernur, bupati dan wali kota se- Indonesia, dan stakeholder lainnya.
“Dengan upaya yang kita lakukan, Allhamdulilah pangan di Batam terkendali dan masyarakat tidak ‘panic buying’. Stabilitas dan keamanan ini yang kita jaga, supaya ekonomi dan pembangunan bisa berjalan,” ujar kepala Badan Pengusahaan Batam ini.
Baca juga: Dipercaya HMR Lantik Empat Irban, Jefridin Ingatkan Pentingnya Pengawasan Internal
Meski begitu, sebagian besar masyarakat Indonesia masih merasa bahwa harga kebutuhan pokok belum terkendali. Sebagaimana disampaikan Mendagri kepada kepala daerah se-Indonesia.
“Tadi disampaikan Bapak Mendagri, bahwa keluhan masyarakat terkait tingginya harga pangan karena masyarakat tidak memahami situasi gejolak pangan dunia, dan bervariasinya angka inflasi di tiap daerah,” jelas HMR.
Melalui kedua hipotesa tersebut, Mendagri meminta kepada kepala daerah untuk menyosialisasikan kepada masyarakat terkait inflasi dan situasi perekonomian dunia, juga inflasi di Indonesia yang terkendali, agar tumbuh kepercayaan terhadap pemerintah, baik pusat maupun daerah.
“Di Batam terutama inflasi terkendali pascalebaran. Di mana angkanya mengalami penurunan year to year dari 1,12 persen pada bulan April 2022, menjadi 0,47 persen pada April 2023,” tutupnya.
Baca juga: HMR Bangga, Idulfitri 1444 Meriah & Jadi Momen Indah Kerukunan Masyarakat Batam
Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian dalam rapat virtual tersebut menyampaikan, kegiatan yang cukup besar pada perayaan Hari Raya kemarin memunculkan demand yang tinggi pada bulan April. Namun masih terkendali.
“Meski ada perayaan musiman, namun year to year (dari tahun ke tahun) inflasi Indonesia turun dari 4,97 persen menjadi 4,33 persen. Di mana trennya semakin baik,” ujar Mendagri Tito.
Mendagri Tito menambahkan, posisi inflasi Indonesia sendiri berdasarkan data yang dipublish dunia, berada di urutan 145 dari 166 negera terbawah urutan inflasi tertinggi.
Di mana menurutnya, urutan ini membuktikan makin terkendalinya inflasi di Indonesia bahkan lebih baik dari negara tetangga Singapura dan Filipina.(ski)






