WARTA FOTO: Bengkalis Tiru Batam Sulap Kawasan Kumuh Jadi Destinasi Instagramable

ENGKU PUTRI, KataBatam– Kini ada syarat wajib untuk pelesiran: destinasi harus instagramable. Maka belajarlah ke Kota Batam, yang menata kampung kumuh menjadi destinasi instagramable.

“Salah satunya, Batam di bawah arahan Pak Wali (Wali Kota Batam H Muhammad Rudi/HMR) membuat Kampung Tua Tanjungriau, Kecamatan Sekupang,” kata Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, Sabtu (8/10/2022) pagi.

Di destinasi wisata besutan HMR ini, ada pelantar di atas laut atau disebut Taman Laut yang menjadi pilot project program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kementerian PUPR. Belum lagi di sana dibangun jalur sepeda, pedestrian dan spot foto yang meriah menyenangkan mata.

Warga yang berkunjung ke jembatan atau pelantar tersebut bisa menikmati pemandangan dari dua sisi. Bisa menikmati laut dan gugusan pulau di depannya. Di kawasan ini, pengunjung juga bisa melihat elang-elang laut yang terbang rendah. Atau menikmati romantisme kampung tua Melayu dengan rumah-rumah semi permanen yang berdiri di laut.

BACA JUGA:  Kak Jefridin Beri Pemahaman soal Gerakan Pramuka Pada 4.000 Peserta Lomba Scout Day

Kemasyhuran Kota Batam inilah, yang membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis pada Jumat (7/10/2022), datang ke Batam, untuk menggali pengalaman penataan kawasan kumuh di Batam.

Dalam kegiatan ini, Sekda Jefridin, mewakili Wali Kota Batam HMR menjadi Narasumber dalam Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Kabupaten Bengkalis, dan Horizontal Learning terkait Penyelenggaraan Pengembangan dan Pembangunan Perumahan, Kawasan Permukiman serta Penanganan Permukiman Kumuh skala Kawasan Tanjungriau di Kota Batam.

“Alhamdulillah, selain Bengkalis sebenarnya banyak daerah lain yang tertarik. Artinya hasil penataan kawasan kumuh di era Pak Wali ini mendapat sorotan positif,” ujar Sekda.

Kini, lanjutnya, kawasan tersebut sekarang banyak diburu wisatawan urban. Sebab sudah tertata rapi dan indah.

BACA JUGA:  Tata Cara Kurban di New Normal, Tonton Video Ini Sampai Tuntas

“Kami sampaikan dalam kesempatan itu, semua yang dibutuhkan Pemkab Bengkalis agar bisa menata kawasan kumuh di daerahnya. Termasuk tips bagaimana bisa mengembangkan kawasan tersebut, mulai perencanaan hingga pengawasan,” ungkap suami Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batam Hj Hariyanti Jefridin ini.

Sekadar diketahui, pembangunan “Kotaku Tanjungriau”, berasal dari dua sumber anggaran. Pertama berasal dari APBN sebesar Rp15 miliar dan kedua adalah APBD Kota Batam sebesar Rp1,562 miliar.

Meski Kotaku adalah Program Kementerian PUPR, Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR), merupakan penggagas awalnya. Mulai dari menyusun Detail Engineering Design (DED), hingga melobi Kementerian PUPR untuk membantu anggaran pembangunannya.

“Jadi sejarahnya itu Pemko Batam yang mengusulkan kepada Kementerian PUPR, supaya Kampung Tua Tanjungriau ini bisa dijadikan pilot project program Kotaku,” kata HMR, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:   Jaga Warga Batam, Pemko Setuju Ranperda Pemantauan Orang Asing, Usulan DPRD

Penataan Kotaku sudah direncanakan sejak tahun 2018 silam. Kemudian pengerjaan dilakukan tahun 2019. Awal tahun 2020 proyek ini sempat dihentikan sementara karena dampak penyebaran Covid-19, tapi akhirnya dapat diselesaikan tahun 2021. (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *