Hari Pendidikan Nasional dan Kisah Jefridin yang Tak Pernah Pensiun Mengajar

FOTO Dokumentasi, saat Sekda Jefridin menjadi Pembina Upacara di SMA Negeri 3 Batam, Senin (21/10/2019) pagi lalu.

𝐷𝑖 π»π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘ƒπ‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜π‘Žπ‘› π‘π‘Žπ‘ π‘–π‘œπ‘›π‘Žπ‘™, π‘†π‘’π‘™π‘Žπ‘ π‘Ž 2 𝑀𝑒𝑖 2023 𝑖𝑛𝑖, π‘˜π‘–π‘‘π‘Ž π‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘’π‘™π‘–π‘˜ π‘‘π‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘›π‘” π‘ π‘œπ‘ π‘œπ‘˜ π‘ π‘’π‘œπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” 𝐻 π½π‘’π‘“π‘Ÿπ‘–π‘‘π‘–π‘› 𝑑𝑖 π‘‘π‘’π‘›π‘–π‘Ž π‘π‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜π‘Žπ‘›, π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘ π‘˜π‘– π‘ π‘Žπ‘Žπ‘‘ 𝑖𝑛𝑖 π‘šπ‘’π‘›π‘—π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘ π‘’π‘π‘Žπ‘”π‘Žπ‘– π‘†π‘’π‘˜π‘Ÿπ‘’π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘–π‘  π·π‘Žπ‘’π‘Ÿπ‘Žβ„Ž πΎπ‘œπ‘‘π‘Ž π΅π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘š, π‘‘π‘Žπ‘π‘– π‘‘π‘’π‘‘π‘Žπ‘ π‘π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘–π‘π‘Ÿπ‘Žβ„Ž π‘‘π‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π‘‘π‘’π‘›π‘–π‘Ž π‘π‘’π‘›π‘‘π‘–π‘‘π‘–π‘˜π‘Žπ‘›.

KataBatam, BATAMCENTRE

MENGAJAR bukan hal aneh bagi H Jefridin. Setiap mengunjungi sekolah atau kampus, Sekretaris Daerah Kota Batam ini sering meluangkan waktunya untuk mengajar.

“Mengajar” di sini bisa dalam arti luas. Tak hanya di dalam ruang yang formal, bahkan di luar ruang nan santai.

Misal, saat menjadi Pembina upacara di SMA Negeri 3 Batam, Senin (21/10/2019) pagi lalu, suami Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batam Hj Hariyanti tersebut juga meluangkan waktunya memberi materi kepada pada siswa.

Karena di luar ruang, materi yang disampaikan mantan guru Bahasa Indonesia ini, agak ringan, yakni memotivasi agar siswa siswi belajar dengan baik dan tekun.

BACA JUGA:  Mahasiswa Sumbar Bergerak, Bantu Dua Wastafel untuk Pemko Batam

Tak hanya di Batam, Jefridin kerap juga diundang sebagai dosen tamu ke beberapa universitas, tak hanya di Batam, bahkan ke luar Batam.

Misalnya hari Rabu (15/1/2020) lalu, dia diundang ke Universitas Islam Riau (UIR), yang tak lain kampusnya dulu saat menimba ilmu sebagai mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) puluhan tahun silam.

Jefridin diundang sebagai keynote speaker Seminar Regional FKIP UIR (Indonesia) dan IPG Malaysia. Acara ini berlangsung dua hari, Rabu dan Kamis (15-16/1/2020) yang dimulai pukul 08.00 WIB.

Saat itu Jefridin diminta membawakan materi bertajuk “Penelitian ke Arah Revolusi lndustri 4.0 dan Humanity 5.0.

Materinya sangat berat. Namun bukan Jefridin bila tak membawa persiapan yang bagus pula. Dari Batam Jefridin sudah menyiapkan materi yang bagus untuk dipresentasikan dan dijabarkan.

BACA JUGA:  Bahas Sistem Informasi Pemda, Sekda se Indonesia Berkumpul di Jakarta

“Kalau soal ngajar biasa saja. Sebab dulu ketika jadi mahasiswa, saya sering ngajar sebagai asisten dosen. Bahkan pernah juga ngajar kakak tingkat mata kuliah yang sudah saya ambil dengan nilai A plus,” terangnya.

Kini, tepatnya di akhir 2021 lalu, Jefridin didapuk sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Batam. Maka makin lebarlah ladang baginya untuk mengajar tunas-tunas baru di kota ini.

Sekadar diketahui, sebelum duduk sebagai Sekda Batam, Jefridin, memulai karir sebagai seorang guru di Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Atas (SMKTA) Kartini Batam, yang didirikan tokoh ternama, Ny Sri Soedharsono.

“Saya mengajar di SMKTA Kartini tahun 1993 sampai 1998. Waktu itu Kepala Sekolahnya adalah Drs. Djihar Pasaribu, M.Pd,” terangnya saat wawancara tahun lalu.

BACA JUGA:  Batam Optimistis Juara Kota Sehat 2019

Saat itu di Batam, lanjut Jefridin, hanyanya ada 2 Sekolah Menengah Atas, yaitu SMA Negeri 1 dan SMKTA Kartini. Di luar pulau Batam ada SMA Negeri 2 Belakangpadang.

Hingga setelah jadi Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Pemko, Jefridin bertugas selama lima tahun di Belakangpadang, tepatnya di SMP Negeri 1 Batam, periode 1998-2002.

Saat itu, Jefridin masih tinggal di Tanjunguma, sebelum pindah ke Tiban I seperti saat ini.

“Jadi setiap hari saya bolak-balik Batam-Belakangpadang, naik boat pancung dari Pelabuhan Sekupang. Hingga akhirnya operator boat tersebut jadi langganan tetap,” kisahnya.

Begitulah Jefridin. Ia mengajarkan pendidikan sebagai cara agar manusia mandiri, cerdas dan berwawasan luas.

Sebagaimana konsep yang diajarkan tokoh Pendidikan Nasional, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, yang kini dikenal sebagai Ki Hadjar Dewantara. (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *