PADA era tahun 1800-an Kepulauan Riau pernah punya sosok perempuan dan pemimpin yang cerdas. Dia adalah Engku Putri Raja Hamidah, pemegang peran penting di Kerajaan Melayu Riau, Lingga, Johor dan Pahang. Bahkan berani melawan Inggris dan Belanda.
Engku Putri, putri dari yang di-Pertuan Muda Riau IV Raja Haji Fisabilillah ini memiliki kekuatan politik. Karena selain jadi permaisuri, Engku Putri Raja Hamidah juga menjadi penasihat hingga yang memegang adat dan tradisi.
Engku Putri tinggal di pulau Penyengat –kini masuk wilayah Kota Tanjungpinang– hingga akhir hayatnya pada tahun 1844. Pulau ini menjadi mahar perkawinannya di tahun 1803, dari sang suami, Sultan Mahmud Syah III.
Hingga kini, Engku Putri Raja Hamidah diabadikan sebagai nama dua dataran atau alun-alun ikonik di Kota Batam. Yakni, Dataran Engku Putri, dan Datarah Engku Hamidah.
Semua ini agar menjadi pengingat dan inspirasi bagi generasi pelanjut Kota Batam, khususnya kaum perempuan, bahwa sejak ratusan tahun lalu, kepemimpinan perempuan di pemerintahan sudah mendapat banyak respon positif.
Karena seyogyanya siapapun dapat menjadi pemimpin, baik pemimpin diri sendiri dan keluarga, selama dilakukan dengan langkah yang nyata, didukung dengan growth mindset, dan dikombinasikan dengan usaha sebaik-baiknya.
Apalagi kini di era digitalisasi, perempuan berkesempatan lebih untuk berkarya dan didorong memulai usaha, sembari menjalankan peran dalam rumah tangga. Jika perempuan berdaya, anak terlindungi, Kota Batam pun akan maju.
RA Kartini pernah berkata, “Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang.”
Bagaimana menurut Anda? (ski)
Baca Juga: INSPIRASI PAGI: Jenius untuk yang Penting






