ENGKUPUTRI, KataBatam- Kedigdayaan jajaran Pemerintah Kota Batam dalam meningkatkan dan mengelola Pendapatan Asli Daerah, banyak menarik para petinggi negeri di seberang lautan.
Yang datang kali ini ke Kantor Wali Kota Batam, Jumat (13/1/2023), adalah para petinggi Pemerintah Kabupaten Gresik, yang dipimpin Wakil Bupati Gresik Hj Aminatun Habibah.
Tak main-main, Wabup Aminatun juga membawa Sekda Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Kepala BAPEDDA Kabupaten Gresik Misbahul Munir, Kepala BPPKAD Kabupaten Gresik Reza Pahlevi, dan lainnya.
Rombongan dari Kota Pudak tersebut, langsung diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam H Jefridin, mewakili Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), yang tengah menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan di Kota Batam.
“Ada beberapa hal yang ingin kami ketahui dari Pemko Batam. Di antaranya, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Batam seperti apa, juga penarikan dana yang efektif agar PAD meningkat,” kata Aminatun.
Ditambahkannya, Kabupaten Gresik juga ingin mengetahui dan belajar banyak dari Kota Batam, karena sama-sama sebagai Kota Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Pemkab Gresik juga ingin mengetahui mengenai pengelolaan atau strategi pembangunan jalan yang baik dan tidak macet seperti di Kota Batam.
𝗝𝗲𝗳𝗿𝗶𝗱𝗶𝗻 𝗝𝗮𝘄𝗮𝗯 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗟𝘂𝗴𝗮𝘀
Menjawab pertanyaan ini, Jefridin memulai dengan memaparkan kesamaan dan perbedaan yang dimiliki Kota Batam dan Kabupaten Gresik. Pertama, sama- sama sebagai Kota industri dan di Batam terdapat sebanyak 24 kawasan industri.
Kedua, Batam di kembangkan sebagai daerah perdagangan dengan banyak sekali ruang usaha di pusat kota. Ketiga, sebagai daerah alih kapal dengan banyak pelabuhan. Terakhir, sebagai daerah pariwisata.
Bedanya, jelas Jefridin, Kota Batam tidak seperti Kabupaten Gresik, yang dikembangkan sebagai kota perkebunan juga pertanian.
“Pemerintah Kota Batam juga terus melakukan berbagai upaya pembangunan, mulai dari bandara, pelabuhan, rumah sakit dan sebagainya. Itu semua di bangun perlu ada pendukung yaitu pembangunan jalan. Maka kita akan melebarkan jalan lima lajur dari bandara sampai Pelabuhan Batuampar,” ujar Jefridin.
Kemudian pertemuan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab antara Pemko Batam dan Pemkab Gresik, ditutul dengan pemberian cendera mata.(ski/mc)






