INSPIRASI JUMAT: Keluh-kesah di Media

Foto ilustrasi: diperagakan model.

HATI-HATI berkeluh kesah di media, apalagi media sosial. Alih-alih ingin membongkar aib orang, malah kita yang dapat predikat negatif. Lebih parah lagi, tanpa disadari kita justru membongkar ketidakbecusan diri sendiri.

Social media awareness ini haruslah dipahami. Agar, jangan sampai keluh kesah kita membuat kita pamer kebodohan ke muka publik. Belum lagi keluhan tadi menjadi sebab timbulnya ghibah, fitnah, caci maki, dan lain-lain. Orang dekat hingga tempat kerja pun kena getahnya.

Akan lebih baik jika ada masalah tak diumbar di media, tapi dibicarakan baik-baik. Bermusyawarahlah sebagai mana cara orang dewasa dan beradab. Bila perlu lakukan mediasi guna mencari solusi terbaik.

Atau lakukan sebagaimana kisah Nabi Ya’qub yang hanya mengeluhkan serta curhat berbagai macam kesedihan kepada Allah ta’ala. Seperti termaktub dalam QS Yusuf : 86.

BACA JUGA:  MARLIN'S WAY: Pemimpin itu Harus Mampu Membina Akhlak Mulia

Ayat ini kemudian ditafsirkan Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di:

“Ya’qub berkata, sesungguhnya aku hanya mengadukan kesusahanku yaitu apa yang kusebarkan berupa ucapan, dan kesedihanku yang ada di dalam hatiku hanya kepada Allah. Aku adukan hanya kepada Allah semata, bukan kepada kalian, tidak pula kepada selain kalian dari kalangan makhluk. Berkatalah sekehendak kalian, aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kalian ketahui.”

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *