BARU saja di media sosial, ada oknum ASN di sebuah provinsi dengan entengnya merendahkan seorang kepala daerah. Tentu oknum pejabat ini tidak memakai kalimat langsung, melainkan peyoratif.
Apa yang membuat mulut dan jempol orang enteng komen sadis di medsos? Menurut Frank J. Ninivaggi, seorang psikiater dari Fakultas Kedokteran Universitas Yale, perbuatan merendahkan orang lain adalah perwujudan sebuah rasa iri.
Sedangkan Psikolog Ratih Zulhaqqi, menyebut orang semacam ini menderita impulsif dalam berpikir. Cirinya menyimpulkan tanpa proses menganalisa dan pencarian fakta.
Alasan lainnya karena kurangnya cinta dari orang di sekitarnya, sehingga jiwanya kotor dan cenderung memusuhi lingkungan.
Benar kata Syaidina Ali bin Abi Thalib, “Tubuh dibersihkan dengan air, jiwa dibersihkan dengan air mata, akal dibersihkan dengan pengetahuan, dan jiwa dibersihkan dengan cinta.”
Bagaimana menurut Anda? (ski)






