INSPIRASI PAGI: Brand yang Kuat

brand yang kuat
NAMA BAIK: Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, merangkul suaminya, Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR), dalam sebuah acara 2022 lalu. Integritas membuat keduanya memiliki kesan yang kuat di benak masyarakat. (Foto ilustrasi)

PADA 2015, orang-orang yang memiliki nama “Agus”, membentuk komunitas bernama Persaudaraan Agus-Agus Indonesia (AABI). Tak hanya tingkat pusat, mereka juga membentuk Dewan Agus Daerah di 22 provinsi di Indonesia.

Sebelumnya, orang-orang bernama Asep, mendirikan Paguyuban Asep Dunia (PAD). Karena memakai kata “Dunia” di nama organisasi, PAD juga memiliki anggotanya tersebar di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Amerika Serikat, Turki, Qatar, dan Perancis.

Selain Agus dan Asep, ada juga komunitas pemilik nama Bambang, Endng, Sri, dan Sugeng. Umumnya punya basis massa di Jawa Tengah.

Namun… “Apalah arti sebuah nama? Toh bunga mawar itu kalaupun diberi nama selain “mawar”, bau wanginya akan tetap sama?” tulis William Shakespeare, dalam drama romantis-tragedi mahakaryanya bertajuk “Romeo and Juliet”.

BACA JUGA:  Jadwal Imsakiyah 27 Ramadan 1444 H/2023

Pendapat Shakespeare ini dikritik Al Ries dan Jack Trout. Dalam bukunya Positioning: The Battle for Your Mind, mereka berpendapat:

“Jika bunga mawar dikasih nama selain “mawar”, wanginya tidak akan terasa sama. Hal ini karena dalam benak kita sudah muncul persepsi yang kuat, seperti apa “mawar” itu; baik secara visual maupun dari baunya.

Inilah yang disebut “brand”. Seperti kata Walter Landor, pendiri konsultan brand terkemuka, Landor, “Produk dibuat di pabrik, namun brand diciptakan dalam benak (konsumen).”

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Baca Juga: INSPIRASI PAGI: Work and Power

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *