BANYAK dari kita kenal sosok Steve Jobs (Apple) dan Elon Musk (Tesla). Mereka adalah contoh pemimpin yang sukses membawa organisasinya menjadi yang terdepan.
Namun, banyak di antara bos seperti ini tidak menyadari bahwa gaya kepemimpinannya sudah berpola โone man showโ. Dengan fokus yang hanya terpusat pada pemimpinnya, kesempatan melihat peluang-peluang lain otomatis berkurang.
Hal tersebut berpengaruh pada orang-orang di dalam organisasi. Mereka hanya punya dua pilihan, yakni meninggalkan organisasi jika ingin maju, atau bertahan dengan bersikap penurut, ketika ada hal-hal yang tidak disetujuinya.
Selain itu, bisa jadi profesional yang bertahan di organisasi seperti itu adalah mereka yang sudah โmematikanโ keberaniannya untuk berinovasi dan fokus menjalankan operasional saja.
Hal inilah tanpa disadari dapat menjadi cikal-bakal kehancuran organisasi pada masa mendatang. Khususnya organisasi pemerintahan. Sebab, gaya kepemimpinan baru adalah kolaboratif. Era kini butuh kolaboratif bukan one man show.
Ingat kata Erich Fromm, “Di masa lalu, pemimpin adalah bos. Namun kini, pemimpin harus menjadi partner bagi mereka yang dipimpin. Pemimpin tak lagi bisa memimpin hanya berdasarkan kekuasaan struktural belaka,” ujar filsuf dan psikolog berkebangsaan Jerman ini (1900-1980).
Bagaimana menurut Anda?(ski)






