SENIN pagi begini enaknya bicara soal cinta. Ada pertanyaan menarik dari podcaster Deddy Corbuzier. “Love itu feeling atau action?,” ujarnya.
Kami rasa pembaca di sini sudah bisa membedakan antara perasaan dan tindakan dalam membangun sebuah percintaan.
Semua tahu bahwa cinta perlu komitmen untuk mewujudkan tujuan-tujuannya. Komitmen di sini memerlukan integritas, saling memahami, dan tentu saja kekompakan untuk menutup aib, atau melengkapi kekurangan masing-masing.
Karena itu jika hanya soal rasa, semua bisa merasa. Namun tidak semua bisa bertindak menegakkan beragam variabel tadi.
Misal, perasaan mengatakan bahwa cinta itu harus bersabar. Namun, bersama saja tak bisa menjamin kelanggengan sebuah cinta.
Sebab, untuk apa bersama jika ternyata di belakang selingkuh, khianat, bahkan satu barisan dengan orang-orang yang membenci pasangannya?
Maka sekali lagi, mengapa cinta itu butuh tindakan. Tak perlu hal spektakuler untuk membuktikannya. Diam-diam saling mendoakan saja sudah menjadi wujud tindakan cinta yang dahsyat.
Bagaimana menurut Anda?(ski)






