INSPIRASI PAGI: Mampu Berbicara

KAYA BUDAYA: Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR), bersama Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, membalas lambaian tangan peserta pawai pembukaan STQH Kecamatan Bengkong, belum lama ini.

SALAH satu anugerah terbesar yang dimiliki manusia adalah kemampuan berbicara atau berbahasa.

Betapa tidak, kita bisa menyambungkan bunyi dan tanda dalam jumlah terbatas untuk menghasilkan kalimat dalam jumlah tak terbatas, masing-masing dengan makna tersendiri.

Dari tanda, jadi kata, selanjutnya jadi kalimat. Karena itu kita bisa menelan, menyimpan, dan menyampaikan banyak sekali informasi mengenai dunia di sekeliling kita.

Tanpa kemampuan bahasa, maka manusia bisa saja punah, seperti spesies hewan lain. Sebab, tak akan mampu bertahan dan berkembang meneruskan nilai-nilai, pola-pola perilaku, dan benda-benda budaya dari satu angkatan kepada angkatan penerusnya.

Lebih dari itu, tanpa bahasa boleh jadi juga akan jauh lebih sulit membayangkan terjadinya pengayaan budaya dan ilmu pengetahuan, melalui pertukaran antar kelompok masyarakat.

BACA JUGA:  Amsakar Ajak Maknai HUT Ke-76 RI Sebagai Sumber Semangat Baru Bangkit dari Pandemi

Wajarlah jika seorang filsuf bahasa kenamaan, Ludwig Wittgenstein, berkata: ”Batas bahasaku adalah batas duniaku.”

Bagaimana menurut Anda?(ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *