ADA sebuah ilmu jurnalistik yang berbunyi, jika ingin mendapatkan fakta akurat, maka ragukan atau pertanyakan semua informasi yang datang. Sebab semua bersifat tak pasti dan berubah seiring ruang dan waktu. Ini disebut sikap skeptisisme.
Lalu bagaimana caranya untuk mengetahui apakah seseorang berkata jujur atau tidak kepada kita? Seorang pengacara dari California, Amerika Serikat bernama Michael Mandell, membagikan cara sederhana untuk menjebak pembohong yang mencoba membohongi kita.
Cek fakta dan detail peristiwanya. Misal sumber informasi atau kalau bisa disertai data dan lini masanya. Sebab, orang yang jujur biasanya selalu menambahkan fakta dan mengingat lebih detail, tetapi pembohong akan mengulangi cerita yang sama persis, mirip kaset rusak.
Trik selanjutnya adalah meminta orang tersebut untuk menceritakan kisah mereka secara terbalik, mulai dari akhir sampai awal. Sebab alur berpikir si pembohong selalu linier. Sehingga jika dibalik, akan ditemukan banyak anomali.
Ingat kata Abraham Lincoln, negarawan dan presiden (Ke-16) Amerika Serikat 1809-1865, “Tidak ada manusia yang memiliki ingatan yang cukup baik untuk menjadi pembohong yang sukses.”
Bagaimana menurut Anda? (ski)
Baca Juga: INSPIRASI PAGI: Keragaman dan Persatuan






