INSPIRASI PAGI:The Peace Maker

TEDUH: Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina. Tokoh perempuan ini, selalu memilih jalan damai dalam menyelesaikan masalah.

DALAM sebuah acara bertema “Justice, Prosperity and Peace for Global Citizens”, Tun Dr. Mahathir Mohammad, pernah berkata bahwa perdamaian itu menunjukkan jati diri setiap orang. Karena semua orang ingin perdamaian.

“Mungkin memang butuh waktu untuk mewujudkan perdamaian di muka bumi ini. Tapi kita juga harus percaya dan lebih bersabar untuk hal itu, serta harus bisa mengambil langkah yang tepat untuk menghentikan perang,” ujar mantan Perdana Menteri Malaysia ini.

Mahatir tentu sangat mengecam kekerasan, saling bertengkar dan membunuh satu sama lain. Bahkan saling berperang untuk bisa menjadi pemenang.

“Tapi setelah mereka menang, apa yang akan mereka dapat? Justru korban peperangan yang akan mereka dapatkan, karena perang saat ini sangat brutal dan tidak memang siapa yang menjadi korbannya,” tegasnya.

BACA JUGA:  INSPIRASI PAGI: Pelanjut Pembangunan

Maka jangan heran, semakin beradab seseorang atau bangsa, biasanya akan semakin cinta damai. Itulah mengapa di negara-negara berperadaban maju, jangankan warga, hak binatang pun diperhatikan.

Beda dengan manusia primitif, yang selalu menjadikan kekerasan sebagai jalan menyelesaikan masalah. Bahkan tak malu melempar ancaman dan narasi perang di depan publik.

Bagaimana menurut Anda?(ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *