INSPIRASI PAGI: Bersih Jiwa dengan Cinta

CATATAN: 𝘚𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘫𝘢𝘬 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 2018, 𝘉𝘢𝘥𝘢𝘯 𝘒𝘦𝘱𝘦𝘨𝘢𝘸𝘢𝘪𝘢𝘯 𝘕𝘦𝘨𝘢𝘳𝘢 (𝘉𝘒𝘕) 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘳𝘢𝘵 𝘦𝘥𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘪𝘮𝘣𝘢𝘶𝘢𝘯 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘗𝘕𝘚 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘫𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘯𝘤𝘪𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘮𝘦𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘰𝘴𝘪𝘢𝘭. 𝘈𝘯𝘤𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘩𝘶𝘬𝘶𝘮𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘨𝘢𝘮, 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘦𝘨𝘶𝘳𝘢𝘯, 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘯𝘥𝘢𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘪𝘬 𝘱𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘨𝘢𝘫𝘪, 𝘩𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘱𝘦𝘮𝘦𝘤𝘢𝘵𝘢𝘯.

BARU saja di media sosial, ada oknum ASN di sebuah provinsi dengan entengnya merendahkan seorang kepala daerah. Tentu oknum pejabat ini tidak memakai kalimat langsung, melainkan peyoratif.

Apa yang membuat mulut dan jempol orang enteng komen sadis di medsos? Menurut Frank J. Ninivaggi, seorang psikiater dari Fakultas Kedokteran Universitas Yale, perbuatan merendahkan orang lain adalah perwujudan sebuah rasa iri.

Sedangkan Psikolog Ratih Zulhaqqi, menyebut orang semacam ini menderita impulsif dalam berpikir. Cirinya menyimpulkan tanpa proses menganalisa dan pencarian fakta.

Alasan lainnya karena kurangnya cinta dari orang di sekitarnya, sehingga jiwanya kotor dan cenderung memusuhi lingkungan.

Benar kata Syaidina Ali bin Abi Thalib, “Tubuh dibersihkan dengan air, jiwa dibersihkan dengan air mata, akal dibersihkan dengan pengetahuan, dan jiwa dibersihkan dengan cinta.”

BACA JUGA:  WARTA FOTO: Wagub Marlin Contohkan Kebiasaan Baik Pilah Sampah dari Rumah

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *