13 April 2024

Kabar Baik dari Batam

INSPIRASI PAGI: Cahaya Dunia

BERBUDI BAHASA: Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, foto bersama usai berbincang dengan warga dalam sebuah acara. Bahasa itu adalah akarnya budaya; di mana bahasa dikembangkan, di situ manusia berkembang.

APA itu “kata”? Seorang filsuf dan antropolog Jerman, Ludwig Feuerbach (1804-1872) menguraikan dalam bukunya, “Essence of Christianity”, Part I, “The True or Anthropological Essence of Religion“; Chapter VII. dan “The Mystery of the Logos and Divine Image”.

Menurutnya, kata-kata adalah hasil dari imajinasi, gambaran abstrak, objek dari kekuatan berpikir, atau pikiran yang terbayangkan. Oleh karena itu, manusia, ketika mereka mengetahui kata, nama untuk suatu hal, mengira bahwa mereka juga mengetahui tentang hal tersebut.

Kata adalah cahaya dunia. Sebuah pikiran yang tergambar, terungkap, bersinar, menerangi, yang bersifat luar biasa. Kata membimbing menuju segala kebenaran, mengungkap semua misteri, memperlihatkan yang tak terlihat, membuat hadir masa lalu dan masa depan, menentukan yang tak terhingga, bahkan mengabadikan yang fana.

Darimana asumsi pengaruh imajiner pada kata-kata ini berasal? Hanya dari fakta bahwa kata-kata itu sendiri hanyalah hasil dari imajinasi, dan karena itu memiliki efek bius pada manusia, menjebaknya di bawah kekuatan imajinasi.

Kata-kata memiliki kekuatan revolusioner; kata-kata menguasai umat manusia. Kata-kata dianggap suci; sementara hal-hal yang berasal dari akal budi dan kebenaran dicemooh.

Juga disebut, bahwa mereka yang tidak dapat mengungkapkan diri adalah budak karena gairah yang berlebihan, kegembiraan yang berlebihan, kesedihan yang berlebihan itu tak terucapkan.

Berbicara adalah tindakan kebebasan; kata adalah kebebasan itu sendiri. Oleh karena itu, tidak bisa tidak, bahasa itu adalah akarnya budaya; di mana bahasa dikembangkan, di situ manusia berkembang.

Kekuatan bicara adalah bakat puitis. Hewan tidak berbicara karena mereka tidak memiliki kemampuan puitis.

Pikiran mengekspresikan diri hanya melalui gambar; kekuatan yang dengan apa pikiran mengekspresikan dirinya adalah imajinasi; imajinasi yang mengekspresikan dirinya adalah bicara.

“Orang yang berbicara, seperti merapalkan mantra, memantrai mereka yang diajak bicara; tetapi kekuatan kata-kata adalah kekuatan imajinasi,” jelasnya.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

> Sumber: blog pucuk puisi hasan aspahani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.