JURGEN Hebermas dalam teori Pragmatik Universal dan Transformasi Masyarakat menggambarkan, masyarakat harus dipahami sebagai campuran dari tiga kepentingan besar, yaitu pekerjaan, interaksi, dan kekuasaan.
Kepentingan bekerja (work) terkait dengan usaha-usaha menciptakan sumberdaya material.
Kepentingan interaksi: terkait penggunaan bahasa dan sistem-sistem simbol lain dalam komunikasi.
Kepentingan kekuasaan (power): berhubungan dengan distribusi kekuasaan dalam tatanan sosial untuk menciptakan dominasi-dominasi.
Dari ketiganya ini, kepentingan kekuasaanlah yang paling menentukan baik buruk nasib umat manusia ke depan.
“Ukuran seorang manusia ditentukan dengan apa yang dia lakukan dengan kekuasaannya,” kata Plato (428/427 – 348/347 SM), filsuf Athena selama periode Klasik Yunani kuno. ***






