IWAN FALS pernah berkata: pikiran itu liar dan tak akan mampu terkurung tembok.
Ungkapan ini ada benarnya. Sehingga wajar bila ada yang mengontrol agar tetap di relnya.
Karena benci dan kontrol itu sama sekali berbeda. Demikian jua amarah dan tegas.
Benci atau marah itu nafsu (destruktif), sedangkan kontrol dan tegas itu adalah masukan (konstruktif) dan hanya muncul dari orang-orang cerdas.
Wajarlah bila Johannes Kepler, ahli astronomi, ahli matematika dan ahli fisika dari Jerman (1571-1630) berpendapat:
“Saya lebih memilih kritik tajam dari seorang cerdas daripada persetujuan ceroboh dari banyak orang.” ***






