SEMAKIN bertambah usia, semakin beda pertanyaan kita saat berjumpa dengan kawan. Saat masih anak-anak ke remaja pertanyaan masih seputar sekolah atau seputar permainan.
Usia 20-30, seputar pernikahan atau pekerjaan. Tibalah usia 40, yang ditanya bisanya tentang pencapaian. Namun jika sudah umur 50, pertanyaan sudah berubah ke arah kondisi kesehatan dan obat-obatan.
Jika sudah 60, ceritanya tentang siapa saja yang sudah wafat. Ketika sudah umur 70, pertanyaan saat bertemu orang adalah, “Kamu siapa?” Di sini ingatan perlahan sudah banyak hilang.
Karunia Allah yang paling berharga yang diberikan kepada manusia adalah usia. Kekayaan dan kekuatan manusia tidak berarti apa-apa jika usia sudah tiada.
Jika usia dipahami sebagai modal, maka manusia pun akan selalu mengalami kerugian. Sebab, setiap saat, dari waktu ke waktu, usia yang menjadi modal utamanya terus berkurang.
Benar kata Jalaluddin Rumi, dalam rubaiyatnya:
masa kanak lewat
masa muda terbang menghilang
masa tua merunduk masuk
setiap tamu dijamu ramah hanya tiga hari
bangunlah kawan
pacu keledaimu cepat-cepat
Bagaimana menurut Anda?
Baca Juga: INSPIRASI PAGI: Kata Gus Mus, Pikir Dulu Sebelum Bicara






