INSPIRASI PAGI: Etika dalam Bicara

BEBERAPA waktu silam, ada sebuah insiden di mana seseorang datang ke sebuah acara, lalu menyerobot dan mengambil mic. Selanjutnya dia mulai menguasai panggung, berbicara tanpa mempedulikan tuan rumah.

Adakalanya orang lupa bahwa berbicara di depan publik erat kaitannya dengan retorika. Dalam retorika, filsuf Aristoteles, menyebut ada tiga unsur penting yang harus diperhatikan, yakni: ethos, logos, dan pathos.

Ethos merupakan kredibilitas atau etika. Logos adalah logika atau fakta. Sementara pathos berkaitan dengan emosi atau perasaan.

Intinya, teori retorika Aristoteles berfokus pada pemikiran mengenai retorika yang disebutnya sebagai alat persuasi yang tersedia. Artinya pembicara yang hendak membujuk khalayaknya harus memperhatikan tiga unsur penting, yakni ethos, logos, dan pathos

BACA JUGA:  WARTA FOTO: Wagub Marlin Contohkan Kebiasaan Baik Pilah Sampah dari Rumah

Kesimpulannya, ethos, logos, dan pathos berarti pembicara tidak hanya harus kredibel, namun juga perlu mengungkapkan berbagai fakta logis dengan didukung penyampaian pesan yang mampu merangsang emosi pendengarnya.

Namun kalau ethos saja diabaikan, bagaimana bisa meraih kepercayaan publik? “Dia yang berbicara tanpa kesopanan akan sulit membuat kata-kata yang baik,” kali ini disampaikan Konfusius (551 SM – 479 SM).

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *