BELAS kasihan berasal dari dua kata, yakni ‘belas’ dan ‘kasihan’. Mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) , “belas” berarti perasaan iba atau sedih melihat orang lain menderita. Sementara “kasihan” dapat dimaknai rasa iba hati; rasa belas kasih.
Rasa belas kasih, akan membantu kita menjadi pribadi rendah dan murah hati. Sebab dapat mengampuni kesalahan serta menolong orang lain yang sedang kesusahan dan menanggung penderitaan.
Meski begitu belas kasih harus diberikan kepada orang yang tepat. Sebab, kata ekonom dan filsuf Adam Smith, “Belas kasihan kepada yang bersalah adalah kekejaman bagi yang tidak bersalah.”
Beda lagi kata budayawan Sudjiwo Tedjo. Menurutnya, punya rasa kasihan itu dasarnya sombong yang berarti merasa lebih beruntung.
Alasannya, dasar simpati bukanlah rasa kasihan, melainkan dharma. Namun, dharma itu bukanlah sebuah sikap kasihan.
Sudjiwo Tedjo menegaskan, menolong atas dasar dharma, sama artinya dengan menolong karena merasa udah seharusnya menolong. Sehingga menurutnya, menolong itu bukan karena rasa kasihan.
Bagaimana menurut Anda? (ski)






