SALAH satu bumbu penyedap yang sering dipakai calon pemimpin dalam membranding dirinya adalah, “visioner”. Nampaknya gagah sekali. Sayangnya banyak yang “cakap tak serupa bikin”.
Abraham Alex Tanuseputra, dalam bukunya “Visioner”, mengartikan visioner sebagai sebuah gagasan serta inovasi yang dilakukan atau direncanakan untuk masa yang akan datang, supaya dapat mencapai tujuannya dengan baik.
Poinnya adalah terletak pada gagasan serta inovasi yang sudah dilakukan. Bukan semata direncanakan.
Selain itu, orang visioner memiliki ciri pintar menjalin hubungan, dapat membangun sebuah nilai, mampu mengatasi hambatan, dapat berpikir kritis dan dinamis, mampu melakukan manajemen risiko, memotivasi dan menginspirasi.
Yang paling penting, untuk bisa disebut sebagai seorang visioner, kita harus memiliki sederet karakter. Seperti, bertanggung jawab, berani ambil risiko, optimis, konsisten, jujur dan apa adanya.
Selanjutnya punya integritas. Salah satunya berupa kejujuran. Sebab, seorang visioner akan berpegang teguh pada yang sudah diucapkan. Kalau kerja gak beres, tapi playing victim, lalu mengklaim keberhasilan orang lain, itu bukan visioner tapi “visingibul”.
Bagaimana menurut Anda?
Baca Juga: INSPIRASI PAGI: Arti Memaafkan






