SEMAKIN maju peradaban manusia, semakin akan anti-kekerasan. Jangankan pada manusia, bahkan hewan pun sangat dilindungi haknya.
Secara harfiah, peradaban berasal dari kata “adab” yang berarti akhlak, yaitu adat kesopanan dan budi pekerti, atau penduduk yang memiliki kemajuan dan lebih baik.
Itulah mengapa, dikutip dari buku Manusia dan Sejarah: Sebuah Tinjauan Filosofis oleh Yulia Siska (2015:62), seperti dilansir Kumparan, menurut Koentjaraningrat, peradaban memiliki wujud.
1. Moral adalah nilai-nilai yang berhubungan dengan kesusilaan dalam masyarakat. 2. Norma adalah aturan, ukuran, atau pedoman untuk menentukan benar, salah, baik, dan buruk sesuatu
3. Etika merupakan nilai-nilai norma moral atau sopan santun dalam mengatur tingkah laku manusia. 4. Estetik adalah keindahan yang mencakup kesatuan “unity”, keselarasan “balance” dan kebaikan “contrast” dalam segala sesuatu.
Bolehkah marah? Boleh. Asal tetap jaga adab. Sebab, jika peradaban kehilangan adabnya (biadab), maka akan binasa.
Sebagaimana disampaikan William James Durant, filsuf asal Amerika yang dikenal dengan karyanya: The Story of Philosophy (1926).
“Peradaban dimulai dengan ketertiban, berkembang dengan kebebasan, dan mati dengan kekacauan.”
Bagaimana menurut Anda? (ski)






