INSPIRASI PAGI: Tegakkan Keadilan

JAGA INTEGRITAS: Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), menjaga langkah istrinya, Hj Marlin Agustina, saat meninjau lokasi terjangan puting beliung di Pulau Kasu, Kecamatan Belakangpadang, Senin (3/7/2023). Bagi mereka integritas di atas segalanya.

SUATU hari Kaisar Aleksander III dari Makedonia, atau lebih dikenal dengan sebutan Aleksander Agung (21 Juli 356 SM – 10 atau 11 Juni 323 SM), kedatangan seorang pelaut, duta dari laut Adriatik.

Sang kaisar iseng dan bertanya kepadanya: apa yang paling kau takuti di dunia ini? Si Pelaut menjawab, “Saya tidak dapat membayangkan jika langit runtuh dan bintang-bintang berjatuhan menimpa tubuh kita.”

Hal ini dikarenakan pada masa itu manusia percaya bahwa bumi yang bulat berada di atas pundak Atlas. Jika Atlas kelelahan atau sakit, maka bumi akan tergelincir dari pundaknya, yang kemudian membentur langit. Itu artinya, langit akan runtuh dan bintang-bintang berjatuhan menimpa manusia.

BACA JUGA:  INSPIRASI PAGI: Tong Kosong

Percakapan antara Alexander dan si pelaut ini menyebar hingga seantero wilayah kekuasaan Romawi, sehingga orang-orang sering berkata: “Quild si nuc caelum ruat?” (Bagaimana jika sekarang langit akan runtuh?).

Selanjutnya istilah “langit runtuh” sebagai sesuatu hal yang paling ditakuti, sering dijadikan perumpamaan untuk menandai kondisi paling buruk di dunia hingga berabad-abad.

Sampai-sampai seorang gubernur Romawi Lucius Calpurnius Piso Caesoninus, pada tahun 43 SM, berpidato di hadapan rakyatnya menggunakan perumpamaan itu, “Fiat Justitia Ruat Coelum!“ Artinya, keadilan harus ditegakkan meski langit runtuh!

Di zaman modern ini apa yang lebih menakutkan dari langit runtuh? Jawabnya adalah runtuhnya integritas. Maka jagalah, jangan khianat dan suka manipulatif! (ski)

BACA JUGA:  POR Korpri Resmi Digelar, Dibuka Laga Eksibisi HMR-Marlin Lawan Jefridin-Hariyanti

Baca Juga: INSPIRASI PAGI: Jangan Piara Hewan Buas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *